Info

4 Cara Lindungi Kesehatan Mental dari Media Sosial

Simak seperti apa caranya!

Vika Widiastuti | Yuliana Sere

Penggunaan media sosial yang berlebihan bisa bawa efek negatif. (unsplash)
Penggunaan media sosial yang berlebihan bisa bawa efek negatif. (unsplash)

Himedik.com - Apakah kamu pernah merasa tertekan setelah menggunakan Instagram, Snapchat atau Facebook? Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology edisi 2018 mengaitkan penggunaan media sosial dan meningkatnya perasaan depresi dan kesepian.

Dilansir dari livestrong, Ketidakbahagiaan yang dirasakan orang ketika mereka menghabiskan waktu di media sosial sebagian besar dikaitkan dengan perbandingan sosial, kata psikolog Melissa G. Hunt.

"Ketika kamu melihat kehidupan orang lain, khususnya di Instagram, mudah untuk menyimpulkan kehidupan orang lain lebih baik daripada kehidupanmu," katanya.

Berikut 4 cara lindungi kesehatan mentalmu dari media sosial, instagram.

1. Tentukan pemicu di media sosial

Ketahui apa yang membuat kamu marah. Misalnya adakah tipe tulisan atau orang tertentu yang membuat kamu tertekan? Lacak penggunaan dan suasana media sosial, dengan fokus pada perasaan harga diri, delapan atau 12 kali per hari.

Media sosial. (pixabay)
Media sosial. (pixabay)

 

2. Latih perasaanmu

Identifikasi media sosial mana yang membuat munculnya perasaan iri. Kenali respon refleksmu, yaitu pikiran dan perasaan negatif yang muncul secara spontan.

Bernapas dalam-dalam dan berkata, "Saya mengakui rasa iri ini (tarik napas) dan saya melepaskan rasa iri ini (hembuskan napas)."

3. Ubah perspektifmu

Cobalah untuk memandangi sesuatu secara berbeda. Tingkatkan kesadaran tentang distorsi kognitif dan belajar ulang membingkai keyakinan maladaptif menjadi pemikiran yang lebih sehat dan berdasarkan kenyataan.

4. Fokus pada apa yang baik dalam hidup

Bercermin dan bersyukur atas apa yang positif dalam hidup sangat penting dalam menangkal dampak negatif dari media sosial.

Faktanya, sebuah studi yang ditulis Lyubomirsky tahun 2017 menunjukkan bersyukur bisa mengurangi stres dan perasaan depresi sambil meningkatkan kepuasan, kesejahteraan, dan motivasi untuk memperbaiki diri secara keseluruhan.

Berita Terkait

Berita Terkini