Info

WHO: 1,1 Miliar Remaja Berisiko Alami Gangguan Pendengaran karena Earphone

Hampir 50 persen orang berusia 12 hingga 35 tahun (1,1 miliar remaja) berisiko mengalami gangguan pendengaran.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi menggunakan headphone. (Pixabay/whoalice-moore)
Ilustrasi menggunakan headphone. (Pixabay/whoalice-moore)

Himedik.com - Dalam rilis berita dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui bahwa hampir 50 persen orang berusia 12 hingga 35 tahun (1,1 miliar remaja) berisiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan suara yang keras dan lama.

Termasuk musik yang mereka dengarkan melalui perangkat audio pribadi seperti headphone, headset, atau earphone.

Menjelang Hari Pendengaran Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Maret, WHO dan International Telecommunication Union (ITU) telah mengeluarkan standar internasional baru untuk pembuatan dan penggunaan perangkat-perangkat ini, termasuk smartphone dan pemutar audio, untuk membuatnya lebih aman saat mendengarkan.

"Mengingat kita memiliki teknologi untuk mencegah gangguan pendengaran, seharusnya tidak demikian banyak anak muda terus merusak pendengaran mereka saat mendengarkan musik," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

"Mereka harus mengerti bahwa begitu mereka kehilangan pendengaran, itu tidak akan kembali. Standar WHO-ITU yang baru ini akan melakukan banyak hal untuk melindungi konsumen muda ini dengan lebih baik ketika mereka melakukan sesuatu yang mereka sukai."

Ilustrasi menggunakan headphone. (Pixabay/sweetlouise)
Ilustrasi menggunakan headphone. (Pixabay/sweetlouise)

 

Sementara itu, lebih dari 5 persen populasi dunia (466 juta orang) mengalami gangguan pendengaran dan diperkirakan pada tahun 2050 lebih dari 900 juta orang (1 dari 10 orang) akan mengalami gangguan pendengaran.

Maka dari itu, WHO-ITU merekomendasikan fitur perangkat pendengaran audio pribadi yang aman, dua di antaranya yaitu:

1. Menggunakan fitur sound allowance, perangkat lunak yang melacak tingkat dan durasi paparan pengguna terhadap suara sebagai persentase yang digunakan dari paparan referensi.

2. Opsi pembatasan volume yang berfungsi untuk membatasi volume, termasuk pengurangan volume otomatis dan kontrol volume orang tua.

Guys, sayangi pendengaranmu. Jangan sampai pendengaran rusak karena paparan suara keras yang kamu timbulkan sendiri.

Berita Terkait

Berita Terkini