Info

Mahal dan Mewah, Apa Sih Khasiat Saffron untuk Kesehatan?

Saffron dikenal sebagai rempah termahal di dunia, apa manfaatnya untuk kesehatan?

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana

Saffron, rempah termahal di dunia. (Pixabay/ulleo)
Saffron, rempah termahal di dunia. (Pixabay/ulleo)

Himedik.com - Saffron dikenal sebagai rempah termahal dan mewah yang telah digunakan untuk tujuan pengobatan sejak lama, khususnya di Timur Tengah dan Yunani. Saffron sendiri merupakan bumbu yang dipanen dari bunga crocus. 

"Saffron adalah rempah-rempah termahal di dunia, sebagian karena sulitnya dipanen," kata Christine Bishara, MD, pendiri From Within Medical, sebuah praktik kesehatan medis integratif di New York City pada Insider.

"Saffron ada di dalam bunga crocus dan sulit dipanen karena setiap benang harus dipanen dengan tangan," imbuhnya. Setelah dipanen, saffron dikeringkan dan dijual dalam bentuk benang aslinya atau digiling menjadi bubuk.

Melansir dari Insider, menurut Yelena Deshko, seorang dokter naturopati dan praktisi keluarga yang berbasis di Toronto menyatakan bahwa saffron adalah ramuan obat yang ampuh karena mengandung lebih dari 150 senyawa kimia, beberapa di antaranya dapat berdampak besar pada kesehatan antara lain:

1. Meningkatkan Mood dan Melawan Depresi

Menurut Deshko, Saffron paling terkenal dan paling banyak diteliti untuk efek positifnya pada suasana hati. Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa saffron dapat membantu mencegah depresi.

Sebuah tinjauan medis tahun 2019 yang mencakup sembilan studi tentang efek saffron pada depresi ringan hingga sedang menemukan bahwa rempah-rempah ini memiliki efek signifikan dalam mengurangi keparahan depresi.

Saffron, rempah termahal di dunia. (Pixabay/Xtendo)
Saffron, rempah termahal di dunia. (Pixabay/Xtendo)

 

2. Melawan Peradangan

Tinjauan medis 2019 lainnya menemukan saffron dalam bentuk kering, ekstrak, dan dikemas, tampaknya mengatur neurotransmitter termasuk serotonin. Hal ini dapat mengurangi peradangan dan bertindak sebagai antioksidan.

"Saffron memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat yang membantu mengatasi kondisi seperti penyakit jantung, obesitas, Alzheimer, dan diabetes," kata Bishara.

3. Penyakit Alzheimer

Crocin yang merupakan bagian dari saffron telah terbukti membantu penderita penyakit Alzheimer dengan mengurangi degenerasi di otak.

4. Kanker

Kandungan karotenoid dalam saffron telah terbukti menunjukkan manfaat perlindungan terhadap kanker dan pembentukan tumor serta menjadi pelindung perawatan kanker seperti kemoterapi pada model hewan.

5. Penyakit Jantung

Saffron telah terbukti mengurangi kolesterol dan obesitas pada model hewan. Oleh karena itu, penelitian menunjukkan bahwa saffron dapat mengurangi risiko serangan jantung. Namun penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengetahui secara pasti.

6. Diabetes

Crocetin dalam saffron telah dikaitkan dengan pencegahan resistensi insulin, suatu kondisi yang menjadi penyebab utama diabetes tipe 2.

Bunga penghasil saffron. (Pixabay/Xtendo)
Bunga penghasil saffron. (Pixabay/Xtendo)

Meskipun saffron umumnya dianggap aman dalam dosis yang sesuai untuk penggunaan jangka pendek, namun penting untuk membicarakannya dengan dokter sebelum memulai suplemen herbal apapun, termasuk saffron.

7. Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Saffron disebut bisa mengobati disfungsi seksual. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saffron dapat meningkatkan kesehatan seksual dan reproduksi.

Sebuah studi kecil tahun 2008 menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi 30 mg safron sehari juga mengalami lebih sedikit gejala PMS dibandingkan dengan wanita yang menerima plasebo.

Sementara studi kecil tahun 2009 menemukan bahwa 200 mg kunyit sehari dapat meningkatkan jumlah dan durasi ereksi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi.

Berita Terkait

Berita Terkini