Pria

Apa sih Penyebab Pria Tidak Bisa Mencapai Orgasme Meski Telah Ereksi?

Mungkin pasangan mengalami sindrom ejakulasi atau ada faktor lain.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi pria tidak mencapai orgasme. (Pixabay/sasint)
Ilustrasi pria tidak mencapai orgasme. (Pixabay/sasint)

Himedik.com - Berbeda dengan wanita yang biasanya susah sekali dan butuh waktu lama mencapai orgasme, pria cenderung lebih mudah dan cepat. Namun, ada kasus saat di mana pria tidak bisa mencapai orgasme dan itu bisa disebabkan oleh beberapa hal.

"Ada gagasan bahwa semua yang pria perlu lakukan untuk mencapai hal itu adalah dengan melakukan hubungan seks, tetapi bukan itu masalahnya," kata Megan Stubbs, Ed.D, seorang ahli seksologi dan pakar hubungan yang dilansir dari laman InStyle.

"Harus ada hubungan antara apa yang terjadi dengan tubuh mereka dan pikiran mereka, sama halnya bagi wanita."

Sementara itu, sindrom ejakulasi bisa menjadi penyebab kebanyakan pria yang mengalami semacam ketidakmampuan untuk orgasme dari waktu ke waktu.

Sindrom ini didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mengalami orgasme setelah lebih dari 30 menit melakukan penetrasi seks, meskipun telah ereksi.

Biasanya didiagnosis saat masalah telah terjadi selama enam bulan atau lebih, dan itu mempengaruhi satu hingga empat persen pria.

"Stres bisa menjadi faktor, dan juga kurang tidur," kata Stubbs.

Apalagi, jika Anda dan pasangan berada dalam hubungan baru, tingkat kepercayaan untuk benar-benar melepaskan mungkin belum dibangun.

Ilustrasi berhubungan seks. (PIxabay/niekverlaan)
Ilustrasi berhubungan seks. (PIxabay/niekverlaan)

 

Obat resep tertentu juga bisa menjadi penyebab. Daniel Olavarria, LCSW, seorang terapis di New York City menyebutkan selective serotonin reuptake inhibitor, seperti Prozac dan Lexapro, sebagai obat yang mencantumkan disfungsi seksual sebagai efek samping.

"Ini karena fakta bahwa obat ini memengaruhi neurotransmitter di otak Anda, itu dapat secara tidak sengaja berdampak pada orang-orang yang terkait dengan gairah seksual," katanya.

Penyalahgunaan narkoba dan alkohol juga dapat memengaruhi kemampuan pasangan untuk mencapai orgasme.

"Sementara beberapa orang mungkin merasa bahwa mereka bergantung pada obat-obatan atau alkohol untuk mengurangi hambatan dan perasaan cemas mereka tentang seks, seringkali hal itu memiliki efek sebaliknya," kata Olavarria.

"Alkohol, misalnya, dapat menekan sistem saraf Anda, yang mengurangi sensasi dan secara negatif mempengaruhi aliran oksigen dan sirkulasi darah melalui dehidrasi."

Hal itu juga dapat berdampak negatif pada produksi testosteron tubuh, hormon yang bertanggung jawab untuk dorongan seksual.

Olavarria juga menambahkan bahwa kondisi medis seperti diabetes, masalah neurologis, dan kondisi jantung yang mempengaruhi sirkulasi darah, seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi dapat menjadi faktor pasangan tidak mencapai orgasme.

"Kebanyakan wanita tidak bisa orgasme setiap kali berhubungan seks, tetapi mereka masih menikmati diri mereka sendiri selama berhubungan seks. Namun, hal yang sama juga berlaku untuk pria," kata Stubbs.

Maka dari itu ia menyarankan agar pasangan membicarakannya secara baik-baik dan jika hal tersebut tidak menjadi masalah maka jangan memaksa pasangan untuk mencapai orgasme.

Berita Terkait

Berita Terkini