Pria

Bukan Mitos, Ini 4 Fakta Soal Mr P Patah

Fraktur penis berbeda dengan cedera patah tulang lainnya.

Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Ilsutrasi Mr P bengkok - (Pixabay/KlausHausmann)
Ilsutrasi Mr P bengkok - (Pixabay/KlausHausmann)

Himedik.com - Mr P patah bukanlah sekadar mitos. Namun karena tidak ada tulang di Mr P Anda, cedera macam ini berbeda dari patah tulang di lengan atau kaki, misalnya.

Kondisi ini dikenal dengan sebutan fraktur penis dan terjadi ketika Mr P Anda yang sedang ereksi mendapat tekanan.

Dikutip dari Men's Health, Mr P Anda terdiri dari tiga tabung silindris. Dua tabung yang lebih besar penuh dengan darah ketika Mr P mengeras.

Jacob Rajfer, profesor urologi di David Geffen School of Medicine di UCLA, mengatakan, "kulit" dari tabung yang berfungsi seperti balon ini disebut tunica albuginea, sebuah jaringan yang mengembang panjang dan lebar selama ereksi.

Tabung ketiga lebih kecil dan terletak di bagian bawah Mr P. Tabung ini merupakan uretra, saluran tempat Anda buang air kecil.

1. Proses terjadinya fraktur penis

Ketika Anda terangsang, darah mengalir ke dua tabung yang lebih besar, hingga muncul tekanan. Hal ini membuat Mr P Anda kaku dan sulit ditekuk.

Jadi jika Mr P mendapat tekanan dari luar, misalnya tak sengaja terdorong dan mengenai perineum pasangan Anda saat berhubungan seks atau pasangan Anda terlalu banyak bergerak ketika berada di atas, tekanan berlebihan akan terjadi pada Mr P.

"Jaringan di sekitarnya yang menahan tekanan di dalam tak kuat lagi" kata Dr Rajfer. "Dan saat itulah tabung pecah."

Fraktur penis terjadi hanya ketika Anda mengalami ereksi. Saat Mr P Anda lunak, tekanan di dalam penis Anda rendah, sehingga lebih bisa menekuk dan menahan kekuatan yang tak terduga.

Ilustrasi pria berteriak kesakitan - (Pixabay/Pezibear)
Ilustrasi pria berteriak kesakitan - (Pixabay/Pezibear)

 

2. Gejala

Jika Mr P Anda 'patah', biasanya Anda akan segera tahu. Salah satu gejala yang paling jelas adalah suara pecah atau meletus, yang sebenarnya adalah jaringan robek.

Mr P Anda juga mungkin akan langsung berhenti ereksi. Kemudian muncul bengkak, memar biru kehitaman, dan, tentu saja, rasa sakit, yang amat menyiksa.

Jika uretra juga mengalami cedera, Anda mungkin akan melihat darah saat buang air kecil. Dr Rajfer mengungkapkan, berarti uretra Anda telah robek.

3. Cara mengatasi

Walaupun mungkin memalukan, Anda harus segera pergi ke UGD jika mengalami masalah pada Mr P seperti ini. Para dokter di UGD akan melakukan pemeriksaan klinis dan juga tes seperti urethrogram, pemindaian MRI, atau cavernosogram.

Anda biasanya akan menjalani pembedahan untuk memperbaiki robekan pada jaringan Mr P. Selama tiga hari Anda akan dioperasi, dan jika Anda tak segera periksa ke dokter, maka akan terjadi komplikasi yang lebih sulit diatasi.

Bekas luka cedera ini dapat menyebabkan lengkungan pada Mr P Anda ketika ereksi, atau mungkin Mr P Anda tidak bisa mengeras lagi. Itu karena jaringan yang menahan darah saat ereksi rusak dan mengakibatkan disfungsi ereksi (DE).

Jika Anda segera menemui dokter tepat waktu dan menjalani operasi dalam waktu 72 jam setelah cedera, kemungkinan besar Anda masih bisa berhubungan seks lagi sekitar 4 hingga 6 minggu pasca-operasi.

ilustrasi posisi seks cowgirl - (Pixabay/PixelwunderByRebecca)
ilustrasi posisi seks cowgirl - (Pixabay/PixelwunderByRebecca)

 

4. Cara mencegah

Fraktur penis tidak sering terjadi, jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir saat berhubungan seks. Namun, ada beberapa posisi seks yang tampaknya sedikit lebih berisiko untuk Mr P Anda.

Dalam sebuah penelitian di Brasil, 50 persen kasus fraktur penis terjadi saat posisi seks wanita-di-atas. Sebagai perbandingan, hanya 21 persen kasus fraktur penis terjadi dalam posisi misionaris.

Itu mungkin karena wanita yang mengendalikan gerakannya ketika di atas dan seluruh berat tubuhnya ditahan oleh Mr P Anda yang sedang ereksi. Menurut penulis studi itu, Leonardo Reis, jika ada kesalahan, wanita tidak akan bisa menghentikannya segera.

Kurangi risiko fraktur penis dengan memastikan Anda telah sepenuhnya ereksi sebelum melakukan penetrasi. Jika tidak, Mr P Anda bisa terpelintir, sehingga risiko fraktur penis meningkat.

Berita Terkait

Berita Terkini