Pria

Bukannya Membesar, Pakar Sebut Operasi Malah Bisa Bikin Mr P Memendek

Menurut Gordon Muir, pria yang kurang percaya diri butuh konseling, bukan operasi.

Agung Pratnyawan | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Ilustrasi Mr P - (Shutterstock)
Ilustrasi Mr P - (Shutterstock)

Himedik.com - Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa prosedur pembesaran Mr P sebenarnya tidak manjur, dan malah bisa membuat alat vital para pria memendek.

Para petugas medis mengklaim, alih-alih meningkatkan ukuran rata-rata Mr P, permak melalui segala jenis cara justru berisiko membuat alat kelamin pria mengalami cacat, memendek, atau impoten.

Diberitakan The Sun, Jumat (10/5/2019), para ahli telah meninjau 17 studi dan menemukan bahwa perawatan untuk meningkatkan ukuran, seperti perangkat peregangan, suntikan, pompa vakum, dan operasi, seringkali memberikan hasil yang buruk.

"Ada risiko kerusakan yang signifikan. Setiap tahun saya merawat sejumlah pasien yang 'disembelih' oleh ahli bedah plastik yang cerdik," kata peneliti utama yang juga konsultan urolog Gordon Muir.

"Ada beberapa penipu sejati di luar sana yang menggunakan teknik yang sebenarnya tidak berfungsi apa pun dan membahayakan pria dari segi dompet dan tentu saja kesehatan mereka," tambahnya.

Ilustrasi masalah Mr P (Shutterstock)
Ilustrasi masalah Mr P (Shutterstock)

 

Prosedur yang paling umum dilakukan adalah menyuntikkan asam, lemak, atau silikon ke dalam Mr P. Tak hanya itu, operasi memotong pangkal ligamen juga sudah cukup banyak dikenal di dunia kedokteran. Cara ini dikatakan membuat Mr P terlihat lebih panjang.

Panjang rata-rata Mr P sendiri ketika ereksi adalah sekitar 12 sentimeter.

Meski menurut penelitian dari King's College Hospital, London, dalam Sexual Medicine Reviews, sekitar 85 persen wanita mengaku senang dengan ukuran Mr P pasangan mereka, hampir setengah dari sekian banyaknya pria masih menginginkan organ intim yang lebih besar.

"Banyak pria yang ingin menjalani prosedur pembesaran sebenarnya sudah memiliki Mr P berukuran rata-rata, tetapi masih menganggap ukuran mereka tidak memadai. Sayangnya, beberapa klinik tampaknya mengabaikan hal ini," ujar Muir.

Dia juga mengatakan bahwa banyak klinik yang tidak memberi peringatan tentang potensi efek samping operasi pembesaran Mr P.

Muir menambahkan, pria yang kurang percaya diri seharusnya bertemu dengan konselor, bukan orang yang ingin mencuri kesempatan dalam kesempitan menggunakan jarum.

Berita Terkait

Berita Terkini