Wanita

Mengenal Endometriosis, Penyakit yang Ditandai Nyeri Parah Selama Haid

Gejala endometriosis yang paling umum adalah nyeri sesaat sebelum, selama, atau setelah haid.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto

ilustrasi nyeri haid. (pixabay)
ilustrasi nyeri haid. (pixabay)

Himedik.com - Setiap wanita akan mengalami menstruasi setiap bulannya. Sebelum dan selama menstruasi wanita akan mengalami PMS  (premenstrual syndrome) seperti nyeri perut.

Namun, kamu perlu waspada karena nyeri perut yang parah dapat disebabkan kondisi serius tertentu, seperti endometriosis.

Melansir dari laman WebMD, endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya ditemukan di dalam rahim tumbuh di bagian lain dari tubuh. Seperti menempel pada ovarium, saluran tuba, bagian luar rahim, usus, atau bagian internal lainnya.

Ketika ada perubahan hormonal seperti selama siklus menstruasi, jaringan ini rusak dan dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar waktu menstruasi. Gejala endometriosis yang paling umum adalah nyeri sesaat sebelum, selama, atau setelah haid.

Pada beberapa wanita, rasa sakit tersebut mungkin melumpuhkan dan dapat terjadi selama atau setelah berhubungan seks, buang air besar atau buang air kecil. Kadang-kadang menyebabkan rasa sakit yang berkelanjutan di panggul dan punggung bagian bawah.

Namun, banyak wanita yang mengidap endometriosis ringan tidak menunjukkan gejala. Endometriosis terkadang mengakibatkan wanita sulit hamil. Kabar baiknya, perawatan medis dapat membantu mengatasi hal ini dan kehamilan itu sendiri dapat meringankan beberapa gejala endometriosis.

Jika mengalami gejala serupa sebaiknya segera periksa ke dokter. Pasalnya, nyeri haid yang parah juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti fibroid.

Fibroid merupakan pertumbuhan non-kanker dari jaringan otot rahim. Fibroid dapat menyebabkan kram parah dan perdarahan yang lebih berat selama menstruasi.

Berita Terkait

Berita Terkini