Wanita

Wanita Ini Mendadak Alami Kelumpuhan, Padahal Awalnya Hanya Batuk dan Flu

Wanita bernama Danielle McGuinness mulanya mengalami batuk selama beberapa minggu.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni

Batuk. (shutterstock)
Batuk. (shutterstock)

Himedik.com - Wanita berusia 29 tahun mendadak mengalami kelumpuhan. Wanita tersebut mengira dirinya awalnya hanya mengalami flu biasa. 

Wanita bernama Danielle McGuinness mulanya mengalami batuk selama beberapa minggu. Lalu, ia merasa batuknya semakin memburuk dan mengakibatkan flu.

Tetapi, ia tak berpikir bahwa keluhan batuk dan flunya yang tak kunjung reda akan menjadi penyakit serius. Karena itu, ia sempat berencana pergi liburan.

Namun, Danielle tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya ketika hendak pergi liburan. Ia mendadak tidak bisa merasakan apapun pada tangan dan kakinya.

Danielle pun langsung dilarikan ke rumah sakit dan kondisinya semakin menurun dengan cepat. Dokter mendiagnosis Danielle menderita sindrom Guillain-Barre, termasuk penyakit langka yang memengaruhi sarafnya.

Tak lama setelah diagnosis, kondisi Danielle terus menurun dan ia dinyatakan koma karena penyakitnya sudah menyerang paru-parunya.

Ilustrasi orang alami kelumpuhan (Shutterstock)
Ilustrasi orang alami kelumpuhan (Shutterstock)

 

Wanita 29 tahun ini pun harus menjalani perawatan intensif dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis.

Setelah tersadar, Danielle langsung mendapati tubuhnya tidak bisa merasakan apapun. Ia divonis mengalami kelumpuhan total di seluruh tubuhnya.

"Awalnya saya sempat sakit flu dan batuk. Lalu batuk saya semakin parah hingga muntah-muntah. Tapi saya tidak pernah berpikir bahwa itu penyakit serius," ujar Danielle dikutip dari metro.co.uk.

Danielle tak menyangka kondisinya yang mula hanya batuk dan flu biasa justru berujung kelumpuhan total. Bahkan Danielle tidak bisa berbicara.

Sudah berminggu-minggu Danielle menghabiskan waktunya hanya tertidur di kasur karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

Selama itu pula Danielle juga menjalani fisioterapi yang membuat kondisinya berangsur membaik.

Ia masih tak habis pikir bagaimana bisa menderita penyakit langka ini. Ia juga masih mencari tahu kebiasaan apa yang membuatnya mengalami kondisi ini.

"Saya ingin tahu mengapa ini bisa terjadi padaku, mengapa ini terjadi pada saya dan saya tidak tahu telah melakukan kesalahan apa," ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini