Bayi yang Minum Susu dari Botol Ternyata Cenderung Lebih Kidal

Begini menurut penelitian.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Jum'at, 11 Januari 2019 | 12:45 WIB
Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)

Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)

Himedik.com - Bayi yang cenderung minum susu dari botol akan lebih kidal, menurut sebuah penelitian. Penelitian baru mengungkapkan bahwa pengasuhan memainkan faktor penentu.

Studi ini didasarkan pada penelitian di lima negara, termasuk di Amerika Serikat, Inggris dan Irlandia yang melibatkan 62.129 pasangan ibu dan bayi.

Menyusui selama lebih dari enam bulan secara keseluruhan mengurangi kemungkinan bayi kidal dari 13 persen menjadi 10 persen, kata para peneliti.

Ini berarti bahwa sekitar 22 persen akan menggunakan tangan kanan jika mereka telah disusui selama lebih dari enam bulan.

Para peneliti mengatakan bahwa proses di mana sisi kanan otak dan sisi kiri otak mengambil peranannya berlangsung hingga sembilan bulan.

Bayi yang disusui ibu juga memiliki beberapa keuntungan seperti kecerdasan yang meningkat, peningkatan lingkar kepala, penurunan masalah bicara, dan penurunan multiple sclerosis.

Philippe Hujoel, penulis studi dan profesor kedokteran gigi di UW School of Public Health mengatakan, "Kami pikir menyusui mengoptimalkan proses yang dialami otak ketika memperkuat kewaspadaan."

Kemungkinan penyebabnya termasuk kandungan nutrisi ASI versus susu formula yang memiliki efek atau hormon yang diproduksi bayi ketika kontak dengan payudara.

Bayi yang disusui sebelumnya telah dilaporkan memiliki kecerdasan yang meningkat, peningkatan lingkar kepala, penurunan masalah bicara, dan penurunan multiple sclerosis dibandingkan dengan bayi yang diberi susu botol.

Namun, banyak orang kidal yang terkenal, termasuk mantan presiden AS Barack Obama dan Bill Clinton. Di antara seniman Leonardo Da Vinci dan Michelangelo sama-sama kidal.

Baca Juga: Benarkah Perut Buncit Buat Ukuran Otak Menyusut? Simak Penjelasannya

Para peneliti mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal Laterality: Asymmetries of Body, Brain and Cognition .

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB