Akibat Dicium Orang Sakit Flu, Telinga Balita 4 Tahun Bengkak dan Melepuh

Seorang balita, telinganya membengkak dan melepuh gara-gara dicium oleh orang sedang sakit flu.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 29 Januari 2020 | 10:00 WIB
Ilustrasi bayi menangis. (Pixabay/StockSnap)

Ilustrasi bayi menangis. (Pixabay/StockSnap)

Himedik.com - Sudah banyak kasus bayi jatuh sakit karena dicium dan disentuh oleh sembarang orang. Lauren Redfern, seorang ibu asal Inggris ini pun memiliki pengalaman serupa ketika anak balitanya menderita herpes simpleks setelah dicium sembarang orang.

Karena kejadian itu, Lauren Redfern memeringatkan memeringatkan orangtua agar tak membiarkan anaknya dicium sembarang orang. Kejadian ini membuat Lauren merasa bersalah karena merasa tak bisa menjaga anaknya.

Ia pun menceritakan awal mula anak balitanya menderita virus herpes simpleks (HSV) ketika seseorang yang menderita flu mencium anaknya saat baru lahir. Hal itu membuat telinga anaknya bengkak dan melepuh.

"Ini kondisi telinga anakku karena dicium oleh orang yang sedang sakit flu. Saya hanya ingin menunjukkan kepada orang-orang betapa berbahaya virus herpes simplek. Kondisi anak saya lebih buruk daripada yang terlihat," kata Lauren dikutip dari The Sun.

Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi sakit (Shutterstock)

Akibatnya, anaknya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 4 hari dan diberi antibiotik melalui infus. Karena telinga anaknya merasa terlihat seperti terbakar, melepuh dan berdarah akibat herpes simpleks.

Bahkan dokter mengatakan bahwa anaknya akan memiliki virus HSV selama sisa hidup. Gejalanya pun akan terus menyala ketika sistem kekebalan tubuh melemah serta kelelahan.

"Dia mengalami rasa sakit yang parah untuk bayi. Apalagi herpesnya seperti terbakar, lecet, berdarah dan dia terus menangis," ujarnya.

Lauren mengatakan bahwa anaknya sampai kesulitan berbaring akibat kondisinya. Apalagi dokter memberi tahu kalau anakku akan memiliki penyakit ini sepanjang hidupnya. Penyakit ini seperti sepsis yang akan memburuk ketika dia kelelahan," jelas Lauren.

Karena itu, Lauren meminta semua orang agar tak sembarangan menyentuh, memeluk dan mencium bayi baru lahir, terutama jika seseorang sedang sakit.

"Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian pada bayi yang baru lahir. Bayiku harus menderita penyakit ini selama sisa hidupnya," tuturnya.

Baca Juga: Cuddle Itu Menenangkan, Berikut Manfaat Lainnya dari Segi Kesehatan

Lauren bercerita anaknya adalah sosok yang cukup aktif dan senang bermain. Ia baru menyadari anaknya menderita herpes simpleks ketika berusia 6 bulan.

Saat itu terasa memilukan melihat anaknya kesakitan. Apalagi anaknya harus mengalami kesakitan akibat penyakit itu setiap dua hingga tiga kali setahun.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB