Terlalu Lama Main Gadget, Remaja Berisiko Mengalami ADHD

ADHD adalah kondisi kronis berupa kesulitan fokus, hiperaktif dan impulsif.

Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere
Kamis, 19 Juli 2018 | 13:54 WIB
Terlalu Lama Main Gadget, Remaja Berisiko Mengalami ADHD

Terlalu Lama Main Gadget, Remaja Berisiko Mengalami ADHD

himedik.com - Saat ini, gadget bukanlah menjadi sebuah barang mewah yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Gadget sudah menjadi kebutuhan setiap orang karena fungsinya yang membantu.

Di zaman millennials ini, hampir semua orang punya gadget, bahkan anak TK pun tak jarang ada yang sudah memiliki barang elektronik ini. Adanya barang ini kadang bikin kamu betah berlama-lama demi melihat update-an berita dari teman, keluarga, bahkan orang ternama.

Nah, apakah kamu salah satu yang suka berlama-lama di depan gadget? Kalau iya, sebaiknya kamu kurangi aktivitas ini. Pasalnya, penelitian menunjukkan remaja yang terlalu lama main gadget bisa berisiko mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau hiperaktif dua kali lipat, dilansir dailymail.

ADHD tak dapat disembuhkan dan jika sudah mencapai tahap kronis, maka bisa bertahan sampai seumur hidup. Penyakit ini memang dimulai pada usia anak-anak yang bisa menyebabkan kesulitan fokus di sekolah.

Seperti yang sudah disebutkan, salah satu tanda ADHD adalah sulit untuk fokus. Untuk membuktikan ini, para peneliti dari University of Southern California meneliti 2600 remaja berusia 15 dan 16 selama dua tahun.

Para peneliti meneliti berapa kali para remaja mengecek gadget dalam sehari serta gejala ADHD termasuk impulsif, hiperaktif, dan kurangnya perhatian.

Gadget/unsplash
Gadget/unsplash

 

Setelah dua tahun, ditemukan remaja yang menggunakan gadget berjam-jam dalam sehari berisiko dua kali lipat lebih besar daripada mereka yang tidak.

Para peneliti menemukan remaja yang terlalu banyak menghabiskan beberapa jam mengecek media sosial bisa kehilangan fokus. Profesor Adam Leventhal membenarkan hal ini.

Kamu mungkin tak sadar jika bunyi dari gadget kadang lebih menarik perhatianmu dibandingkan dengan tugas lain. Teknologi ini bisa memberikan stimulasi tinggi untuk lebih berisiko terhadap ADHD.

Baca Juga: Makan Hotdog Bisa Tingkatkan Risiko Mania

Jika seseorang sudah mengidap penyakit ini maka perawatan yang bisa diberikan adalah obat-obatan dan terapi bicara. Jadi mulai sekarang, perkurangkan ya waktu di depan gadget.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB