Bahaya Pneumonia Menanti Jika Tak Jauhkan Bayi dari Asap Rokok

Pneumonia merupakan penyakit gangguan pernapasan yang dikenal dengan sebutan paru-paru basah.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Senin, 03 September 2018 | 20:45 WIB
ilustrasi bayi mengisap asap rokok (iStock)

ilustrasi bayi mengisap asap rokok (iStock)

Himedik.com - Sudah menjadi perbincangan publik bahwa asap rokok dapat mengganggu kesehatan orang yang menghirupnya. Bahkan jika yang menghirup bukanlah seorang perokok sekali pun.

Terlebih jika asap rokok terhirup oleh anak-anak dan bayi. Maka bahaya pneumonia patut diwaspadai.

Tak hanya pneumonia, iritasi mata, alergi, infeksi telinga, asma, hingga sindrom kematian bayi secara mendadak juga bisa terjadi hanya karena asap rokok. Bagaimana bisa terjadi?

Perlu kamu tahu, rokok sangat efektif menyebarkan bahan kimia beracun seperti karbonmonoksida, nikotin, dan zat karsinogen (pemicu kanker). Jika kamu merokok di rumah, maka seluruh rumah akan dipenuhi dengan zat beracun tersebut.

Selain jangkauannya yang luas, penyebaran asap rokok juga berlangsung sangat cepat. Meskipun jendela terbuka, asap rokok yang telah menyebar tersebut bisa bertahan di udara dalam kurun waktu yang lama yaitu sekitar dua hingga tiga jam.

Pneumonia (Medical News Today)
Pneumonia (Medical News Today)

 

Nah, masalahnya adalah tubuh anak-anak dan bayi yang masih dalam tahap tumbuh kembang akan rentan mengalami gangguan pernapasan termasuk pneumonia. Jika hal ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin sang buah hati akan terkena komplikasi penyakit lainnya.

Sedikit informasi, pneumonia merupakan penyakit gangguan pernapasan yang dikenal dengan sebutan paru-paru basah. Paru-paru mengalami infeksi yang memicu adanya inflamasi pada kantong udara paru-paru. Kantong-kantong tersebut akan membengkak dan dipenuhi oleh cairan.

Gejala umumnya adalah batuk yang disertai demam, dan sulit bernapas.

Nah, moms suruh suami kamu berhenti merokok ya!

Baca Juga: Kamu Sakit Maag? Ini Lima Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB