Lima Fakta yang Belum Kamu Tahu Tentang Mekonium

Mekonium merupakan feses pertama bayi.

Rauhanda Riyantama | Yuliana Sere
Selasa, 09 Oktober 2018 | 15:39 WIB
Lima Fakta yang Belum Kamu Tahu Tentang Mekonium

Lima Fakta yang Belum Kamu Tahu Tentang Mekonium

himedik.com - Mekonium merujuk pada istilah feses (tinja) pertama bayi. Biasanya mekonium dikeluarkan setelah bayi lahir namun tidak sedikit ada kasus bayi mengeluarkan feses saat masih dalam kandungan.

Salah satu penyebabnya adalah ibu yang stres. Kandungan oksigen akan berkurang saat seseorang stres sehingga ini bisa menyebabkan bayi mengeluarkan mekonium.

Mekonium yang dikeluarkan saat masih di dalam kandungan akan tercampur dengan air ketuban. Tentu ini bisa berdampak buruk bagi si kecil.

Selain itu, ibu yang stres juga bisa menyebabkan bayi menghirup air ketuban yang sudah tercampur mekonium. Akibatnya cairan ini bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonitis atau pembengkakan.

Beberapa fakta yang belum kamu tahu tentang mekonium telah dirangkum HiMedik dari laman Parents.

1. Ada rambut halus

Kotoran bayi pertama tidak mengandung ASI atau susu formula. Sebaliknya itu penuh dengan lendir, sel kulit, cairan ketuban, empedu, air dan lanugo yang merupakan rambut halus dan lembut yang menutupi tubuh bayi.

Ilustrasi. (unsplash/Filip Mroz)
Bayi. (unsplash/Filip Mroz)

 

2. Warnanya hitam kehijauan

Mekonium bayi memiliki tekstur kental, lengket, dan berwarna hitam kehijauan.

Baca Juga: Selain Kecantikan Kulit, Ini Tiga Manfaat Minyak JIntan Hitam

3. Tidak bau dan steril

Kotoran bayi pertama tidak mengandung bakteri sehingga tidak beraroma. Mekonium juga steril.

4. Menempel pada kulit bayi

Mekonium melekat pada pantat bayi. Ini bisa dibersihkan dengan mengoleskan secara tipis petroleum jelly ke bagian yang harus dibersihkan.

5. Ada risiko terhirup

Komplikasi bayi menghirup mekonium disebut sindrom aspirasi mekonium. Ini jarang terjadi pada bayi yang lahir sebelum 34 minggu. Sindrom ini dapat juga terjadi sebelum, selama atau setelah persalinan.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB