Ironis! Ibu Asyik Pakai Narkoba, Bayinya Meninggal di Stroller

Bayinya diikat di stroller selama 12 jam.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Kamis, 25 Oktober 2018 | 21:00 WIB
Ironis! Ibu Asyik Pakai Narkoba, Bayinya Meninggal di Stroller

Ironis! Ibu Asyik Pakai Narkoba, Bayinya Meninggal di Stroller

himedik.com - Sungguh malang nasib bayi ini. Ia meninggal setelah diikat di kereta dorong selama 12 jam. Ironisnya, dalam kurun waktu tersebut, ibunya sedang asyik pakai narkoba.

Bayi yang masih berusia tiga bulan itu diikat di dalam kereta dorongnya dan ditutupi selimut tebal. Sementara itu ibunya menghisap ganja dan bahkan meninggalkannya sendirian selama satu jam untuk pergi ke penjualan barang bekas setempat.

Keesokan harinya, sekitar pukul 11 pagi sang bayi ditemukan tidak bergerak dan meninggal beberapa saat kemudian karena serangan jantung sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Terungkap bahwa ibu anak itu, ternyata juga memiliki dua anak lain dari pernikahan sebelumnya. Anaknya berusia tujuh dan empat tahun.

Ilustrasi bayi. (pixabay)
Ilustrasi bayi. (pixabay)

 

Selama kehamilan anaknya yang ketiga, ibu tiga anak ini memberi tahu seorang bidan di Pennine Acute Hospitals Trust tentang kebiasaannya menggunakan narkoba. Tetapi sang bidan tidak menindaklanjuti pengakuannya itu.

Meski kasus ini terjadi pada September 2017, tapi investigasi kasus kematian bayi laki-laki itu masih terus berlanjut.

Dari kasus tersebut kita bisa mengambil pelajaran, bahwa menjadi seorang ibu membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Selain itu, meskipun sekarang penggunaan ganja di beberapa negara sudah dilegalkan, tapi sebagai tenaga medis, mengetahui ada ibu yang memiliki bayi menggunakan ganja, sebaiknya ditindaklanjuti untuk menjaga keamanan bayi.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB