Trauma Saat Kecil Tingkatkan Risiko Kesehatan ketika Dewasa

Ini ulasannya.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:00 WIB
Trauma Saat Kecil Tingkatkan Risiko Kesehatan ketika Dewasa

Trauma Saat Kecil Tingkatkan Risiko Kesehatan ketika Dewasa

himedik.com - Trauma saat kecil tingkatkan risiko kesehatan saat dewasa. Ya, sebuah penelitian terhadap 1.420 orang menemukan, trauma masa kanak-kanak bisa berefek saat dewasa.

Kesimpulan ini dilaporkan pada 9 November 2018 oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Penyelidik Muda BBRF 2009 William E. Copeland, Ph.D., dari Pusat Anak-anak, Remaja dan Keluarga Vermont di University of Vermont.

Dia dan rekan-rekannya adalah bagian dari The Great Smoky Mountain Study, sebuah studi tentang anak-anak di 11 kabupaten terutama di North Carolina, seperti dilaporkan psychologytoday.

Dimulai pada tahun 1993 dan berlanjut hingga 2015, studi ini setiap tahun mengamati 1.420 anak-anak, dipilih secara acak dari kelompok anak-anak lokal hingga usia 16.

Trauma pada penelitian ini mencakup peristiwa kekerasan seperti penganiayaan atau kekerasan fisik, perang atau terorisme, trauma seksual, menyaksikan trauma yang menyebabkan kematian atau cedera parah, dan trauma lain seperti diagnosis penyakit serius, cedera serius, atau kebakaran.

Ilustrasi gadis depresi (Pixabay/Anemone123)
Ilustrasi gadis depresi (Pixabay/Anemone123)

 

Hasilnya, sebanyak 60 persen terpapar setidaknya satu trauma pada usia 16 tahun.

"Studi kami menunjukkan bahwa trauma masa kanak-kanak memberikan bayangan yang panjang dan luas," kata para peneliti.

"Ini terkait dengan peningkatan risiko gangguan kejiwaan orang dewasa." lanjutnya.

Dampak trauma juga telah dicatat dalam banyak penelitian sebelumnya. Studi yang baru dilaporkan muncul di situs web Journal of American Medical Association (JAMA) tentang dampak trauma saat kecil.

Baca Juga: Penjelasan Dokter soal Jenis Kelamin Bayi yang Berbeda dengan Saat USG

Menurut studi ini, efek yang paling terasa adalah ketidakstabilan keluarga dan kemiskinan. Namun, para peneliti berharap ada penelitian selanjutnya yang membahas masalah terkait trauma masa kecil.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB