Bibirnya Dicium, Seorang Bayi Terkena Eksim hingga Nyaris Meninggal

Sekujur tubuhnya dipenuhi ruam merah.

Rauhanda Riyantama | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 25 Januari 2019 | 12:00 WIB
Bibirnya Dicium, Seorang Bayi Terkena Eksim hingga Nyaris Meninggal

Bibirnya Dicium, Seorang Bayi Terkena Eksim hingga Nyaris Meninggal

himedik.com - Eksim nyaris menewaskan seorang bayi setelah bibirnya dicium anggota keluarga yang punya cold sores, penyakit yang disebabkan virus herpes simplex 1. Kaylah Merritt, bayi berusia satu tahun itu, sebelumnya telah selamat dari meningitis.

Bocah asal Staindrop, Co Durham tersebut kemudian dirawat di rumah sakit selama beberapa hari setelah tubuhnya dipenuhi ruam merah keunguan. Kaylah pun mengerang kesakitan.

"Saat di kamar mandi saya lihat tiba-tiba banyak ruam merah di kakinya. Kaylah menangis kencang sekali waktu itu," kata Brogan Thomas (22), ibu Kaylah. "Saya takut, pikiran pertama saya, ini ada hubungannya dengan meningitis karena dia pernah menderita meningitis."

Brogan dan tunangannya, Connor Merritt, membawa Kaylah ke Rumah Sakit Darlington Memorial. Kaylah didiagnosis menderita eksim herpeticum, infeksi virus yang disebabkan oleh virus herpes.

Dia diberi dua resep antibiotik dan bermacam-macam krim untuk menenangkan ruam-ruam merah yang merebak di kulitnya. Kini orang tua Kaylah mendesak orang lain untuk menyadari risiko mencium mulut bayi, setelah dokter mengatakan bahwa pengalaman ini bisa berakibat fatal.

"Kata dokter-dokter, bibir Kaylah pasti dicium orang yang sedang ada cold sore, dan karena sistem kekebalan bayi tidak cukup kuat, ruam muncul di badan Kaylah," jelas Brogan.

"Ketika saya diberi tahu betapa berbahayanya ini, saya langsung menangis, dan berpikir, bagaimana bisa saya harus kehilangan Kaylah karena sebuah ciuman yang konyol," ungkapnya. "Kalau kita tidak segera ke rumah sakit, itu bisa sangat berbahaya, kita bisa kehilangan dia."

Sebelumnya Kaylah pernah berjuang melawan meningitis dan membutuhkan pungsi lumbal untuk bertahan hidup. Pungsi lumbal merupakan prosedur 'menusuk' tulang belakang untuk mendapatkan sampel cairan serebrospinal.

Setelah Kaylah mengalami eksim, orang tuanya mengatakan, saat ini putri mereka belum pulih sepenuhnya, walaupun sudah empat hari rawat inap.

Baca Juga: Studi Terbaru Mengenai Aspirin hingga Risikonya bagi Kesehatan

Diketahui, eksim herpeticum adalah infeksi yang biasanya disebabkan oleh virus herpes simplex 1, yang biasanya menyebabkan cold sores di mulut atau bagian tubuh lainnya.

Orang dengan dermatitis atopik dan penyakit kulit lainnya lebih rentan terkena infeksi ini, dan kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi serta anak-anak. Gejalanya antara lain lecet, demam tinggi, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Dalam beberapa kasus penyakit ini terbukti dapat menyebabkan mematikan.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB