Gadis 10 Tahun Dipukuli hingga Giginya Rontok karena Diduga Mencuri Buku

Dia lalu menyerahkan anak itu ke supervisor yang bertugas kemudian dia pulang.

Vika Widiastuti
Rabu, 30 Januari 2019 | 20:31 WIB
Ilustrasi anak alami kekerasan (Pixabay/akiragiulia)

Ilustrasi anak alami kekerasan (Pixabay/akiragiulia)

Himedik.com - Seorang gadis berusia 10 tahun dipukul dan ditampar secara brutal karena dituduh mencuri buku mewarnai. Melansir dari World of Buzz, Rabu (30/1/2019), peristiwa itu terjadi di sebuah supermarket di Sibu, Sarawak pada 28 Januari lalu.

Menurut Seehua, seorang karyawan wanita yang bekerja di tempat tersebut diduga melihat bocah itu mengutil sebuah buku mewarnai. Dia pun lantas menghentikan anak tersebut.

Dia lalu menyerahkan anak itu ke supervisor yang bertugas kemudian dia pulang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 sore waktu setempat.

Bocah tersebut di laporkan dibawa ke ruang penyimpanan di mana dia dipaksa untuk menyapu lantai sebagai hukumannya. Saat bocah itu mencoba melarikan diri, supervisor tersebut menamparnya.

Bukan itu saja, dia juga menggunakan hanger untuk memukuli bocah tersebut. Gigi bocah itu pun rontok. Tidak disebutkan, apakah ada bukti yang cukup bahwa anak tersebut memang mencuri atau tidak.

Dua setengah jam kemudian, anak itu diizinkan kembali ke rumah dalan kondisi giginya copot serta mata dan kakinya bengkak. Sang nenek pun terkejut dan langsung menghubungi ayah bocah itu.

Melihat luka-luka di tubuh putrinya, pria tersebut memutuskan mencari keadilan dan membawa anak itu untuk membuat laporan ke kantor polisi. Setelah menerima laporan tersebut, polisi pun melakukan penyelidikan di supermarket tersebut.

Mereka menemukan noda darah yang diduga merupakan darah bocah tersebut. Sementara supervisor tersebut menjalani pemeriksaan dan tes urin.

Kasus ini sekarang diselidiki berdasarkan Undang-Undang Hukum Pidana bagian 325. Kasus ini viral dan menjadi perhatian di media sosial. Banyak netizen yang mengritik tindakan supervisor tersebut terhadap anak kecil.

Baca Juga: Kasus DBD di Indonesia Meningkat Drastis, 132 Meninggal Dunia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB