Gambarkan Jumlah Kasus Bunuh Diri Anak, Ratusan Sepatu Berjajar di Tangga

Pemandangan mengerikan ini mewakili tiap nyawa dari kasus bunuh diri anak.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 09 Februari 2019 | 12:45 WIB
Ratusan sepatu mewakili jumlah kasus bunuh diri anak di Inggris - (Facebook/Chasing the Stigma)

Ratusan sepatu mewakili jumlah kasus bunuh diri anak di Inggris - (Facebook/Chasing the Stigma)

Himedik.com - Ratusan sepatu anak-anak dipajang di tangga sebuah aula gedung tempat acara amal. Pemandangan tersebut dipampang untuk meningkatkan kesadaran akan banyaknya kasus bunuh diri anak di Inggris.

Sebuah badan amal di Liverpool, Chasing the Stigma, menyusun visualisasi yang mengerikan itu melalui kerja sama dengan Radio City Talk dan badan amal kesehatan mental Papyrus serta Oscar Phillips Foundation. Chasing the Stigma sendiri memiliki tujuan utama menghilangkan stigma terhadap penyakit mental.

Kampanye dalam acara amal ini bertepatan dengan Minggu Kesehatan Mental Anak yang berlangsung sejak 4 hingga 10 Februari 2019.

Dilansir dari The Independent, Jumat (8/2/2019), sebanyak 226 pasang sepatu di tangga St George's Hall di tengah Kota Liverpool itu mewakili banyaknya nyawa anak yang melayang akibat bunuh diri pada 2017.

 

 

''Data statistik itu benar-benar memilukan, tetapi banyak orang tak menyadari jumlah (korban bunuh diri) itu atau tak tahu bahwa anak-anak muda itu bahkan tak pulang ke rumahnya,'' kata Jake Mills, pendiri Chasing the Stigma.

''Di balik tiap angka korban jiwa itu ada nyawa yang hilang dengan tragis. Kami ingin mengungkapkan kenyataan itu dan memutuskan untuk menggunakan sepatu sebagai representasi visual jiwa-jiwa yang sudah tiada tersebut.''

Seluruh sepatu yang dipajang itu berasal dari donasi yang disumbangkan untuk badan amal yang menyelenggarakan acara. Banyak orang memuji organisasi yang terlibat karena telah menciptakan kampanye dengan penyampaian pesan yang kuat.

Baca Juga: Bukan Koma, Ini Penjelasan Marini Zumarnis soal Kondisi Ibunya

''Benar-benar mengerikan ketika ditampilkan dengan sangat gamblang,'' tulis seorang warganet di Facebook.

''Aku merinding. Sedih sekali melihat ada anak yang merasakan ini,'' tambah seseorang lainnya.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB