Wanita

Bukan Koma, Ini Penjelasan Marini Zumarnis soal Kondisi Ibunya

Ibu Marini Zumarnis mengalami stroke yang telah diderita selama 7 tahun

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere

Marini Zumarnis saat upacara pemakaman ibunya, Fatmawati di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat
Marini Zumarnis saat upacara pemakaman ibunya, Fatmawati di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat

Himedik.com - Kabar duka di awal tahun 2019 datang dari artis Marini Zumarnis. Ibundanya, Fatmawati, telah berpulang pada Jumat (8/2/2019) di RSPAD Gatot Subroto.

Melansir dari Suara.com, ia menjelaskan kalau ibunya mengalami stroke. ''Ibu saya stroke, namanya vegetatif kalau bahasa kedokteran. Jadi nggak koma sih, kalo koma kan harus pake segala macem alat,'' kata Marini usai pemakaman sang bunda di TPU Karet Bivak, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Tidak hanya itu, ibu Marini Zumarnis juga menderita Aneurisma, yakni pelebaran abnormal pada pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah.

''Itu bawaan kecil, kelenjar-kelenjar di bawah otak yang bisa pecah kapanpun. Bawaan,'' katanya.

Sebagai informasi, stroke ditandai dengan kematian jaringan pada otak.

Dilansir dari mayo clinic, hal ini terjadi karena otak menerima oksigen dan aliran darah dalam jumlah yang sedikit karena terjadi penyempitan, penyumbatan, dan bahkan pecahnya pembuluh darah.

Marini Zumarnis [Suara.com/Ismail]
Marini Zumarnis [Suara.com/Ismail]

 

Ada sejumlah cara untuk mengenali gejala stroke biasa dikenal dengan teknik FAST atau Face, Arm, Speech, Time.

Face: Lihat, apakah seseorang bisa tersenyum? Atau adakah perubahan simetri pada wajahnya?

Arm: Bisakah tangan atau anggota gerak lainnya mampu untuk bergerak? Coba angkat tangan dan lihat perubahannya.

Speech: Bisakah dia berbicara dengan lancar? Atau mengalami kesulitan atau cadel?

Time: Jika kamu melihat adanya perubahan padanya, segera periksa ke dokter.

Sementara itu, melansir dari Hello Sehat, aneurisma sendiri biasanya ditandai dengan beberapa gejala, misalnya nyeri dada, punggung, denyut yang kuat di area perut, mual dan muntah, serta lemas.

Namun, sering kali ada juga gejala lain yang menyertai, misalnya napas pendek, perasaan tak nyaman di dada bagian atas, mati rasa, kesemutan hingga pingsan.

Sejumlah penyebab kondisi aneurisma antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, aterosklerosis (kondisi saat arteri rusak atau tersumbat), cedera, aneurisma inflamasi dan aneurisma mikotik.

Berita Terkait

Berita Terkini