Alami Sakit Kepala dan Muntah, Bocah Ini Derita Ensefalomielitis

Kondisi itu membuat otaknya membengkak.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Selasa, 12 Februari 2019 | 18:30 WIB
Alami Sakit Kepala dan Muntah, Bocah Ini Derita Ensefalomielitis

Alami Sakit Kepala dan Muntah, Bocah Ini Derita Ensefalomielitis

himedik.com - Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun berada dalam keadaan koma setelah mengalami sakit kepala. Kondisi yang dialaminya itu menyebabkan otaknya membengkak.

Melansir dari dailymail, Ellis Artist, dari Clayton, Yorkshire Barat, Inggris mulai merasa sakit pada Selasa lalu. Saat itu ia bangun dari tidur dan menjerit sakit pada leher dan kepalanya.

Tidak hanya itu, ia juga mulai muntah. Ia dilarikan ke rumah sakit karena tubuhnya mulai mengembangkan ruam.

Setelah menjalani scan MRI, ia didiagnosis mengalami ensefalomielitis diseminata akut.

Orang tua Ellis, Sarah Girdwood (34) dan Paul Artist (37) menerima apa pun yang terjadi, mengingat kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan dalam beberapa kasus.

“Mereka mengira itu meningitis karena virus sehingga dia dirawat di bangsal anak-anak dan diberi antibiotik.

Ilustrasi
Ilustrasi

 

“Dia nyaris tidak bangun dan menangis serta bergumam dalam tidurnya. Itu sangat menakutkan bagi semua orang."

"Dia melakukan pemindaian MRI lagi pada hari Senin di mana mereka menemukan pembengkakan telah menyebar dari otaknya ke tulang belakang."

Ellis didiagnosis ensefalomielitis diseminata akut yang dapat berkembang dari infeksi kecil. Ini memengaruhi materi putih otak, jaringan yang terdiri dari saraf.

Baca Juga: Suka Menyimpan Rahasia? Hati-hati Berbahaya untuk Kesehatan

Kondisi ini biasanya menyerang anak-anak dan dimulai setelah ruam, infeksi virus atau imunisasi.

Sebagai informasi, ensefalomielitis diseminata akut disebabkan oleh reaksi peradangan di otak dan kadang-kadang di sumsum tulang belakang, yang terutama memengaruhi saraf di 'materi putih' otak.

Gejalanya biasanya dimulai secara tiba-tiba, bisa parah dan mengkhawatirkan.

Sakit kepala, muntah, kantuk, kejang dan kekakuan leher sering terjadi. Kehilangan keseimbangan dan ketidakmampuan untuk berjalan atau berdiri juga dapat terjadi.

Untuk waktu pemulihan, biasanya memakan waktu hingga berbulan-bulan. Anak-anak mungkin dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu atau bulan untuk rehabilitasi.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB