Anak

Kisah Jamie, Anak yang Dibuang dan Bertemu Orang tuanya 30 Tahun Kemudian

Namun sayangnya saat dihubungi, ibunya tidak menanggapi.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi bayi (Pixabay/esudroff)
Ilustrasi bayi (Pixabay/esudroff)

Himedik.com - Malang menimpanya, 30 tahun yang lalu, Jamie Duffy ditemukan dalam keadaan dibungkus dengan tas gendongan, oleh sekelompok gadis berusia 11 tahun yang bermain di daerah tersebut. Diketahui ia juga baru lahir saat itu.

"Di suatu tempat di sekitar ini, ibu kandung saya merasa dia tidak punya pilihan selain meninggalkan saya," katanya, menahan air mata, yang dikutip dari The Sun.

Jamie sendiri menjadi berita utama pada tahun 1988 ketika ia ditemukan di halaman rumah sakit yang dibungkus dengan handuk di dalam tas.

Seorang wanita menelepon hotline polisi yang mengaku sebagai ibunya dan mengatakan bahwa ia tidak bisa merawatnya, dan rekaman itu adalah satu-satunya yang dimiliki Jamie dari ibunya.

Dua bulan kemudian, Jamie diadopsi dan pada usia 14 tahun, orang tuanya mengatakan kepadanya keadaan di mana ia ditemukan. Kemudian mereka memberinya sebuah buku potongan dari kertas-kertas yang menceritakan kisah itu.

"Saya ingat pernah bercakap-cakap dengan ibu saya dan itu menjadi agak emosional karena saya tidak bisa memahami mengapa seseorang akan meninggalkan seorang anak di usia muda," katanya.

Ilustrasi surat. (pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi surat. (pixabay/jarmoluk)

 

"Setelah ditinggalkan kamu merasa bahwa kamu tidak diinginkan, tidak dicintai, semacam dibuang. Pasti ada keadaan yang sangat kuat untuk meninggalkanku. Saya ingin tahu mengapa itu terjadi," imbuhnya.

Jamie bertemu Marie Buckner, salah satu gadis berusia 11 tahun yang dulu menemukannya, dan dia membawanya ke tempat di mana dia menemukannya.

"Kami sudah keluar bermain dan sedang dalam perjalanan kembali ke rumah. Kami mendengar suara kecil dan tas itu bergerak," kata Marie.

Pada saat itu, dokter mengatakan dia akan mati dalam beberapa jam, jika tidak ada yang menemukannya. Oleh sebab itu Jamie sangat berterima kasih kepada Marie dan teman-temannya.

Dalam upaya untuk melacak ibu kandungnya, detektif DNA Julia Bell dan spesialis penelusuran keluarga, Ariel Bruce, mencari hasil DNA Jamie melalui database dan menemukan kecocokan dengan beberapa orang.

Mereka kemudian meminta orang yang memiliki kecocokan itu untuk melakukan tes DNA, guna mempersempit pencarian ibunya. Yang mengejutkan, pencarian berhasil dan dilanjut dengan pencarian identitas ayahnya.

"Itu adalah kejutan besar yang hanya mengejutkan dan luar biasa," ungkap Jamie.

Ilustrasi tes DNA. (pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi tes DNA. (pixabay/PublicDomainPictures)

 

Sayangnya, ketika program melakukan kontak dengan ibu kandungnya, dia tidak menanggapi. Sedangkan ayahnya mengisyaratkan bahwa dia mungkin siap untuk berbagi informasi dengan Jamie di kemudian hari.

"Pasti sulit bagi ibuku. Kami tidak tahu apakah dia hidup dengan ini sepanjang hidupnya sebagai rahasia. Saya tahu jika itu saya, saya akan terus memikirkannya, dan itu akan menjadi beban yang konstan di pundaknya," papar Jamie.

"Salah satu alasan saya ingin menemukannya adalah saya ingin bisa memaafkannya dan mengatakan kepadanya bahwa itu baik-baik saja."

"Saya ternyata memiliki keluarga sendiri yang luar biasa dan kehidupan yang saya miliki sangat luar biasa," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini