Anak

Lebih dari 3.000 Anak di Bawah Umur Derita Gangguan Jiwa Gara-Gara Ganja

Anak sembilan tahun bahkan sudah mengalami efek negatif ganja.

Vika Widiastuti | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Ilustrasi gangguan jiwa - (Shutterstock)
Ilustrasi gangguan jiwa - (Shutterstock)

Himedik.com - Jumlah anak di bawah umur yang masuk rumah sakit karena gangguan yang disebabkan ganja melonjak hingga 10 persen. Angka yang diperoleh Daily Mail dari NHS bahkan menunjukkan peningkatan sampai 38 persen sejak 2013/2014.

Dari seluruhnya yang terdata, anak paling muda yang menderita gangguan mental parah setelah menggunakan ganja bahkan masih berumur sembilan tahun.

Data tersebut menunjukkan, lebih dari 3.400 anak muda dirawat di rumah sakit tahun lalu karena penyakit mental dan perilaku yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba itu.

Ilustrasi lintingan ganja - (Pixabay/moreharmony)
Ilustrasi lintingan ganja - (Pixabay/moreharmony)

 

Mereka diyakini berhasil membeli ganja melalui media sosial, seperti dikutip HiMedik.com dari The Sun, Senin (25/3/2019).

Paul North, seorang mantan petugas di perawatan narkoba, mengatakan, "Kemudahan anak muda untuk mendapatkan obat-obatan terlarang telah meningkat secara besar-besaran. Instagram, Snapchat, dan Facebook, itu sangat mudah (dipakai, -red)."

Diketahui, ganja dapat dikaitkan dengan halusinasi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan serangan kecemasan.

Meski begitu, menurut para kritikus, polisi menutup mata akan kasus ini.

Berita Terkait

Berita Terkini