Anak

Hari Kesehatan Dunia: Pola Asuh Anak yang Tepat di Zaman Game Online

Setiap tanggal 7 April, kita memperingati Hari Kesehatan Dunia.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere

Ilustrasi anak bermain gadget tanpa pengawasan ortu. (pixabay)
Ilustrasi anak bermain gadget tanpa pengawasan ortu. (pixabay)

Himedik.com - Setiap tanggal 7 April, kita memperingati Hari Kesehatan Dunia. Bicara soal kesehatan, kecanduan bermain game online pun sudah bisa masuk dalam gangguan kesehatan.

Di era ini, sudah banyak game yang mampu menghipnotis anak untuk hanyut dalam teknologi tersebut. Jika kamu memiliki anak yang suka bermain game online, ini patut diperhatikan.

Salah satu permainan yang kerap dimainkan anak adalah PUBG. Awal tahun ini, PUBG Mobile menerima banyak publisitas negatif di semua platform, seperti dilansir HiMedik dari firstpost.

Game ini dipandang dapat memberikan dampak negatif pada pikiran dan kesehatan mental anak-anak yang bisa memicu terjadinya kekerasan.

PUBG juga dianggap sebagai salah satu game kekerasan. Bermain game ini dapat dengan mudah menentukan perilaku anak dalam berperilaku, merespons dan bereaksi terhadap suatu situasi.

Ketika menghabiskan banyak waktu bermain permainan ini, tidak hanya pendidikan anak yang dikorbankan, tetapi juga dalam hal berbicara, berperilaku serta perkembangan otak mereka.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa siswa yang memainkan game virtual kekerasan memiliki peluang lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi jantung dan pikiran yang agresif dibandingkan dengan mereka yang memainkan game non-kekerasan.

Ilustrasi anak dan gadget - (Pixabay/LuidmilaKot)
Ilustrasi anak dan gadget - (Pixabay/LuidmilaKot)

 

Royal Australian College of Paediatrics merekomendasikan untuk tidak memperkenalkan game online pada anak sebelum usia tiga tahun.

Setelah usia tiga tahun, itu harus dibatasi kurang dari satu jam per hari. Baru-baru ini, Asosiasi Pediatrik Internasional mengadopsi aturan 3-6-9-12 untuk menasihati orang tua tentang pengaturan kebiasaan waktu main game online.

1. Tidak ada gadget sebelum usia 3 tahun
2. Tidak ada penggunaan internet sebelum usia 6 tahun
3. Tidak ada video game sebelum berusia 9 tahun
4. Tidak ada penggunaan media sosial sebelum usia 12 tahun

Bagaimana kekerasan media memengaruhi anak-anak?

Bermain game juga berdampak pada kesejahteraan anak secara keseluruhan ketika mereka menghabiskan banyak waktu bermain di dalam ruangan daripada bermain fisik di luar ruangan.

Jika dibiarkan, anak-anak menjadi malas dan mengembangkan pola pikir bahwa mereka lebih suka tidak bermain di luar.

Main gadget memengaruhi anak dalam banyak hal. Anak-anak dapat mengalami gangguan penglihatan dan keterlambatan bicara.

Game seperti PUBG dapat (dan akan) meningkatkan kekerasan di sekolah dan gangguan perilaku pada anak. Jika cuaca memungkinkan, penting bagi anak untuk keluar dan bermain.

Organisasi Kesehatan Dunia pun telah mengaitkan "gangguan permainan" sebagai kondisi yang dapat didiagnosis.

Intinya, segala sesuatu yang dilakukan di atas batas yang dapat ditanggung adalah racun bagi kehidupan bahkan oksigen. Jangan pernah mengubah apa pun menjadi kecanduan.

Berita Terkait

Berita Terkini