Anak

Akibat Sering Makan Salad Saat Hamil, Bayi Baru Lahir Divonis Meningitis

Bayi baru lahir divonis sepsis dan meningitis gara-gara sang ibu sering makan salad sayur selama masa kehamilan.

Dinar Surya Oktarini | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi bayi meninggal akibat ibu sering makan salad - (Pixabay/TanteTati)
Ilustrasi bayi meninggal akibat ibu sering makan salad - (Pixabay/TanteTati)

Himedik.com - Seorang wanita mengalami demam tinggi selama 4 hari setelah melahirkan bayi laki-lakinya di usia kehamilan 31 minggu. Akibatnya, anaknya lahir dengan menderita demam, gangguan pernapasan dan mental buruk yang salah satunya juga disebabkan dari makanan sang ibu selama kehamilan.

Bayi baru lahir itu lantas menjalani serangkaian pemeriksaan lalu ditunjukan listeria di dalam darah dan cairan serebrospinal. Bayi tersebut pun didiagnosis mengalami sepsis dan meningitis sejak lahir.

Lalu bayi itu pun harus menjalani perawatan medis selama 3 minggu dengan mengonsumsi sejumlah antibiotik hingga dinyatakan sudah pulih.

Chen Qiuyu, dokter anak di Klinik Neihu Guotai dilansir dari Et Today, lantas menjelaskan asal mula bayi laki-laki pasiennya mengalami banyak gangguan kesehatan sejak lahir.

Ilustrasi salad. (Pixabay/kaboompics)
Ilustrasi salad. (Pixabay/kaboompics)

 

Ia mengatakan salah satu penyebab bayi laki-laki tersebut menderita sepsis dan meningitis berasal dari makanan yang dikonsumsi ibunya selama kehamilan. Ternyata sang ibu sering mengonsumsi salad selada selama kehamilan yang menyebabkan infeksi invasif neonatal yang menular pada janinnya.

Dokter anak itu pun membenarkan bayi pasiennya memiliki listeria akibat basil Gram-positif anaerob fakulatif yang dapat diolah dari tanah, air dan sayuran busuk.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit listeria monocytogenes ini ditularkan melalui vektor dengan tingkat risiko kematian sebesar 25%. Biasanya, penyakit ini banyak menyerang bayi baru lahir, orang tua, penderita AIDS, diabetes dan kanker.

Pada Januari 2018, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan mendaftarkan listeria sebagai jenis penyakit menular keempat dalam Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Jadi, bila terdeteksi ada listeria, harus diinformasikan sejak 72 jam.

Data Departemen Pengendalian Penyakit pun menyebutkan sejumlah makanan yang berisiko menyebabkan listeria, seperti kulit babi, tendon daging sapi dan bebek. Sedangkan, listeria yang diderita oleh bayi baru lahir ini karena salad selada yang sering dikonsumsi ibunya.

Ibu tersebut sering mengonsumsi salad selada selama masa kehamilan hingga menyebabkan listeria yang ditularkan ke janin melalui plasenta lalu membuat bayinya lahir dengan banyak ganguan kesehatan. Selain gangguan kesehatan, listeria yang ditularkan saat masa kehamilan juga berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran mati, prematur atau infeksi janin melalui jalan lahirnya.

Karena infeksi invasif yang disebabkan listeria itulah yang mengakibatkan bayi tersebut menderita sepsis dan meningitis, kondisi terburuknya bisa menyebabkan kematian.

Adapun gejala yang mestinya dirasakan oleh seseorang setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi listeria, yakni demam, diare, mual, muntah dan lain sebagainya.

Berita Terkait

Berita Terkini