Anak Punya Alergi Susu Sapi? Cek Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Anak tetap membutuhkan alternatif sumber protein untuk pemenuhan nutrisinya.

Vika Widiastuti
Kamis, 11 April 2019 | 09:00 WIB
Anak Punya Alergi Susu Sapi? Cek Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Anak Punya Alergi Susu Sapi? Cek Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

himedik.com - ASI eksklusif dianjurkan diberikan kepada bayi hingga berusia 6 bulan. Setelah itu, ASI bisa tetapi diberikan dengan didampingi menu pendamping ASI atau MPASI.

Namun dalam kondisi medis tertentu, ibu tidak bisa memberikan ASI pada buah hati. Dalam kondisi begini pemberian susu formula diperbolehkan atas resep dari dokter. Muncul masalah baru, bagaimana jika anak alergi susu sapi?

Disampaikan Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes, selaku Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, alergi susu sapi diakibatkan oleh respons sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi (whey dan kasein).

"Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Di sini, peran orang tua khususnya ibu sangat penting untuk mencegah dan menangani kondisi alergi, termasuk pemberian nutrisi yang tepat," ujar Prof Budi dalam temu media kampanye #BundaTanggapAlergi di Jakarta, Rabu (10/4/2019) diberitakan Suara.com.

Ilustrasi susu - (Pixabay/Imoflow)
Ilustrasi susu - (Pixabay/Imoflow)

 

Prof Budi menambahkan, apabila Si Kecil sudah terindikasi memiliki alergi susu sapi, ia tetap membutuhkan alternatif sumber protein untuk pemenuhan nutrisinya.

"Si Kecil dengan risiko alergi masih dapat mengonsumsi alternatif susu sapi, seperti susu pertumbuhan yang mengandung formulasi khusus terhidrolisis ekstensif, asam amino, susu dengan bahan dasar kedelai atau soya," ujar Prof Budi.

Ia melanjutkan, jika anak terkena alergi maka akan memengaruhi kondisi kesehatannya. Bahkan bukan tidak mungkin anak akan terkena penyakit hipertensi dan penyakit jantung. Itu sebabnya orangtua, kata Prof Budi tidak boleh menyepelekan alergi pada anak.

"Alergi susu sapi paling sering dermatitis atopik atau eksim," imbuhnya.

Kampanye #BundaTanggapAlergi ajak para ibu untuk aktif mengenali sejak dini gejala dan cara mengatasi risiko alergi. (Suara.com/Firsta Nodia)
Kampanye #BundaTanggapAlergi ajak para ibu untuk aktif mengenali sejak dini gejala dan cara mengatasi risiko alergi. (Suara.com/Firsta Nodia)

Dalam kesempatan yang sama, Meutia Athaya, Brand Manager Allergy Care Sarihusada mengatakan, Kampanye #BundaTanggapAlergi menjadi ajakan bagi para ibu untuk aktif mengenali sejak dini gejala dan cara mengatasi risiko alergi pada si kecil dengan melakukan gerakan 3K. 

Baca Juga: Psikolog Duga Anak SMP Pelaku Kekerasan Tiru Kelakukan Orangtua

Gerakan 3 K yaitu kenali risiko dan gejalanya, konsultasikan ke dokter agar si kecil mendapat penanganan yang tepat, dan kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar si kecil bisa tetap tumbuh dengan optimal.

"Selain itu, kami juga menyediakan kanal informasi agar Bunda bisa saling berbagi pengalaman, tes risiko & gejala alergi, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis alergi melalui www.alergianak.com. Kami percaya seluruh anak Indonesia, dengan dan tanpa alergi, bisa berkembang dan bertumbuh menjadi anak generasi maju, tentunya dengan edukasi serta solusi nutrisi yang tepat," tandasnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB