Sederet Manfaat Pijat Bayi, Salah Satunya Tingkatkan Kesehatan Psikologis

Lebih dari sekadar alasan medis, pijat pada anak berarti interaksi skin to skin yang sangat berarti bagi anak.

Vika Widiastuti
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
Ilustrasi pijat untuk bayi. (Pixabay/one_life)

Ilustrasi pijat untuk bayi. (Pixabay/one_life)

Himedik.com - Angka kematian bayi di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan, yaitu dari 32 per 1.000 kelahiran hidup pada 2012 menjadi 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017. data tersebut didasarkan pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).

Meski demikian, Indonesia tetap memiliki tugas menurunkan angka kematian bayi menjadi 12 per 1.000 kelahiran untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs).

Bukan hanya menjadi target pemerintah, banyak pihak swasta juga ikut serta dalam usaha tersebut. Salah satunya merek perlengkapan bayi dan anak, Johnson's.

Kementerian Kesehatan menggelar pijat bayi massal di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (7/11).
pijat bayi [suara.com]

"Sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi angka kematian bayi, Kami meluncurkan kampanye ‘Sentuhan Cinta’ untuk mengundang dan mengedukasi orang tua dalam memaksimalkan periode emas bayi mereka agar mencapai pertumbuhan yang optimal," kata Brand Manager Johnson's, Wynne Lukman.

Sentuhan cinta yang dimaksud salah satunya adalah dengan pijatan pada bayi. Kata Lukman, pijat merupakan salah satu cara yang luar biasa untuk membantu memperkuat ikatan antara orang tua dengan bayi. 

Lebih dari sekadar alasan medis, pijat pada anak berarti interaksi skin to skin yang sangat berarti bagi anak. 

Kata Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit St. Carolus, dr.  Utami Roesli, SpA, CIMI, IBCLC, FABM, tugas tersebut bukan hanya untuk ibu, tetapi juga ayah bisa ikutan.

"Melalui ritual pijat bayi akan membantu bonding, memperkuat imunitas, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kesehatan psikologisnya, seperti melancarkan sistem pencernaan dan penyerapan makanan bagi bayi, memperkuat imunitas serta menambah kepadatan tulang," kata Utami.

(Suara.com/Risna Halidi)

Baca Juga: Moms Harus Tahu! Cara Persalinan Ternyata Berpengaruh pada Pernapasan Bayi

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB