Bayi 18 Bulan Tercebur ke Air Panas & Meninggal, Apa Komplikasinya?

Luka bakar memang dapat menyebabkan beberapa komplikasi, terlebih jika area yang terkena cukup luas.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Jum'at, 05 Juli 2019 | 14:00 WIB
Bayi 18 Bulan Tercebur ke Air Panas & Meninggal, Apa Komplikasinya?

Bayi 18 Bulan Tercebur ke Air Panas & Meninggal, Apa Komplikasinya?

himedik.com - Seorang balita bernama  bernama Arif Nur Hasan berusia 18 bulan meninggal dunia setelah berjuang akibat komplikasi luka bakar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono, Ponorogo, Jawa Timur pada Kamis (4/7/2019).

Arif merupakan balita yang mengalami komplikasi akibat luka bakar sebanyak 48%. Ia mendapat perawatan medis selama 36 hari setelah tercebur ke dalam air panas.

Sebelum meninggal, kondisi Arif pun tidak stabil. Padahal keluarga sudah setuju dengan keputusan dokter untuk merujuk Arif di Surabaya atau Solo.

"Kondisinya tidak stabil, kadang naik kadang turun,” ungkap Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono, dr Siti Nurfaidah saat ditemui Beritajatim.com, jaringan Suara.com pada Kamis (4/7/2019).

Selama ini Siti dan pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan luka bakar yang dialami Arif. Mulai dari operasi hingga pemberian antibiotik.

Ilustrasi seorang ibu melahirkan bayi kembar dari ayah yang berbeda (Pexels/Dominika Roseclay)
Ilustrasi seorang ibu melahirkan bayi kembar dari ayah yang berbeda (Pexels/Dominika Roseclay)

 

Berdasarkan catatan Siti, Arif sudah menjalani 6 kali operasi dan dokter sudah mengidentifikasi jenis kuman atau bakteri pada luka bakarnya.

Dari kejadian di atas, luka bakar memang dapat menyebabkan beberapa komplikasi, terlebih jika area yang terkena cukup luas.

Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita luka bakar, melansir Mayo Clinic.

- Infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan infeksi aliran darah (sepsis)
- Kehilangan cairan, termasuk volume darah rendah (hipovolemia)
- Suhu tubuh sangat rendah (hipotermia)
- Masalah pernapasan akibat asupan udara panas atau asap
- Bekas luka atau daerah bergerigi disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jaringan parut (keloid)
- Masalah tulang dan persendian, seperti ketika jaringan parut menyebabkan pemendekan dan pengetatan kulit, otot atau tendon (kontraktur)

Baca Juga: Waspada, Mengoleskan Pasta Gigi pada Luka Bakar Bisa Sebabkan Peradangan

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB