Waspada, Pikiran dan Emosi Negatif Dapat Memengaruhi Kesehatan Anda!

Pikiran dan emosi memiliki efek luas. Mulai dari memengaruhi metabolisme hingga fungsi kekebalan tubuh.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kamis, 23 Januari 2020 | 10:00 WIB
Waspada, Pikiran dan Emosi Negatif Dapat Memengaruhi Kesehatan Anda!

Waspada, Pikiran dan Emosi Negatif Dapat Memengaruhi Kesehatan Anda!

himedik.com - Sebagian besar dari kita tentu sudah tahu bahwa pikiran memiliki koneksi dengan tubuh. Misalnya, ketika kita stres, tubuh akan mengalami gejalanya seperti sakit perut atau pusing, dll.

Tetapi penelitian berkembang dan hasilnya menunjukkan bahwa emosi dan pikiran negatif mungkin juga memiliki hubungan dengan masalah kesehatan serius lainnya, seperti penyakit jantung.

"Banyak emosi negatif seperti kemarahan, ketakutan dan frustasi menjadi masalah ketika emosi itu berubah menjadi sifat yang permanen," kata Emiliana Simon-Thomas, PhD, dari Greater Good Science Center di UC Berkeley.

Berdasarkan penelitian pada 2014 dari jurnal Stroke menunjukkan, orang-orang yang mendapat nilai tinggi dalam sikap tidak ramah, stres kronis dan gejala depresi memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke daripada koresponden yang ramah dan baik.

Dilansir Health, pikiran dan emosi memiliki efek luas pada tubuh seperti metabolisme, pelepasan hormon dan fungsi kekebalan tubuh.

ilustrasi emosi negatif (shutterstock)

Ada satu teori yang membuktikan hal ini, yaitu "ketika Anda stres atau tertekan, kadar kortisol meningkat, membuat sistem kekebalan tubuh kurang mampu mengendalikan peradangan. Seiring waktu, hal ini dapat menimbulkan penyakit."

Hal ini juga berlaku bagi orang yang sedang mengalami 'hari yang buruk', kata Simon-Thomas. Mereka cenderung lebih mungkin untuk melakukan kebiasaan yang kurang baik, seperti merokok, minum alkohol, menjadi kurang aktif secara fisik atau semua hal yang dapat memengaruhi kesehatan.

Atau mungkin, sambungnya, emosi negatif bukanlah penyebab, melainkan gejala awal dari adanya masalah kesehatan.

Simon-Thomas mengatakan ada solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan mengubah pandangan atau cara berpikir Anda.

"Kita tahu ada jalur saraf yang berubah setiap menit dan otak menghasilkan sel-sel baru selama Anda hidup. Dan neurogenesis ini tidak hanya terkait dengan pembentukan ingatan baru, tetapi juga dengan stabilitas suasana hati," tandasnya.

Baca Juga: Hari Ayah Nasional, Peran Ayah Pengaruhi Emosi Anak Laki-laki saat Stres

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB