Malnutrisi Tinggi, Anak Indonesia Lebih Berisiko Terkena Covid-19

Gizi buruk atau malnutrisi yang masih menghantui anak-anak Indonesia bisa berefek pada kekebalan tubuh yang penting untuk perlindungan selama pandemi corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:00 WIB
Malnutrisi Tinggi, Anak Indonesia Lebih Berisiko Terkena Covid-19

Malnutrisi Tinggi, Anak Indonesia Lebih Berisiko Terkena Covid-19

himedik.com - Malnutrisi yang diperburuk dengan kurangnya fasilitas kesehatan membuat anak-anak Indonesia berisiko terkena Covid-19

"Status gizi berdampak pada kekebalan anak-anak,padahal itu penting dalam mengurangi infeksi Covid-19" kata Dr. Nastiti Kaswandani, seorang ahli paru anak di Jakarta, seperti yang dilansir dari South China Morning Post (SCMP).

Menurutnya, melnutrisi semakin diperburuk dengan ketersediaan fasilitas kesehatan. "Perbedaan terbesar di Indonesia adalah ketersediaan unit perawatan intensif anak," kata Shela Putri Sundawa, seorang dokter anak di Jakarta.

Dilansir dari SCMP, kementerian kesehatan menolak memberikan data unit perawatan untuk anak-anak dan seorang pejabat senior mengatakan sistem itu masih jauh dari kata kewalahan.

Sayangnya, kekurangan fasilitas kesehatan lebih terasa di luar ibukota.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Dokter anak Dominicus Husada mengatakan sebuah rumah sakit tempat dia bekerja di pulau Madura, Jawa Timur, tidak memiliki ventilator untuk anak-anak. Seorang anak berusia 11 tahun meninggal akibat virus corona di sana pada bulan Maret.

Seorang ayah bernama Iyansyah menyatakan, bahwa putranya yang 9 bulan meninggal karena Covid-19 di pulau Lombok. Ia mengatakan, bahwa rumah sakit itu tidak memiliki unit perawatan untuk anak-anak yang memadai.

"Sejujurnya, jika rumah sakit tempat saya pergi memiliki fasilitas lengkap, dia mungkin selamat," kata Iyansyah.

Menurut UNICEF, Indonesia menderita beban tiga kali lipat gizi buruk yang meliputi stunting, anemia di antara para ibu dan obesitas.

"Hampir satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting," catat UNICEF.

Baca Juga: Waduh! Peneliti Sebut Ebola Baru di Kongo Berasal dari Hewan

Sementara itu, kematian akibat Covid-19 pada anak di bawah 19 tahun di Indonesia cukup tinggi.

Menurut catatan kementerian kesehatan, sebanyak 715 orang di bawah 18 tahun mengidap virus corona Covid-19, sementara 28 orang meninggal. Lalu, setidaknya 380 dari 7.152 anak yang dinyatakan PDP Covid-19 juga dilaporkan meninggal dunia.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB