Studi: Anak-Anak dengan Covid-19 Dapat Mengalami Kerusakan Otak

Virus corona atau Covid-19 mungkin menyebabkan masalah neurologis yang menakutkan pada beberapa anak.

Yasinta Rahmawati
Selasa, 07 Juli 2020 | 15:00 WIB
Studi: Anak-Anak dengan Covid-19 Dapat Mengalami Kerusakan Otak

Studi: Anak-Anak dengan Covid-19 Dapat Mengalami Kerusakan Otak

himedik.com - Menurut penelitian terbaru, anak-anak mungkin lebih rentan terhadap penyakit sekunder yang menyebabkan kerusakan otak mengikuti infeksi virus corona Covid-19.

Gangguan yang disebut sindrom inflamasi multi-sistem pediatrik Covid-19, dianggap sebagai respon imun yang melemahkan terhadap virus corona baru.

Dilansir dari New York Post, ini mirip kondisi peradangan seperti Kawasaki yang sebelumnya dikaitkan dengan orang dewasa muda dengan virus corona, kata sebuah penelitian yang diterbitkan Rabu di jurnal JAMA Neurology.

"Semakin banyak laporan tentang anak-anak yang mengembangkan respons inflamasi sistemik yang membutuhkan perawatan intensif. . . dan kelompok anak-anak selanjutnya dengan penyakit Kawasaki yang jauh lebih ringan. . . menunjukkan bahwa meskipun infeksi akut biasanya ringan, anak-anak mungkin berisiko tinggi mengalami sindrom inflamasi sekunder," tulis pernyataan tersebut.

Ilustrasi kerusakan otak. [Shutterstock]
Ilustrasi kerusakan otak. [Shutterstock]

Penelitian itu menjelaskan, anak-anak dengan Covid-19 dapat mengalami gejala neurologis baru," menyebabkan kerusakan pada corpus callosum, yang membantu dua belahan otak berkomunikasi satu sama lain tanpa adanya gejala pernapasan."

Para peneliti mengamati 27 anak yang menderita virus corona dan sindrom inflamasi multi-sistem pediatrik. Dari kelompok itu, empat anak memiliki lesi otak yang terlihat - dan, yang menarik, tidak ada masalah pernapasan, meskipun itu merupakan gejala umum yang berhubungan dengan coronavirus.

Dari empat anak, dua dikeluarkan dari rumah sakit di bawah satu bulan dan dua lainnya, sementara menunjukkan tanda-tanda perbaikan, tetap terikat kursi roda karena kelemahan otot yang disebabkan kondisi.

"Peningkatan neurologis terlihat pada semua pasien, dengan dua mengalami pemulihan lengkap pada akhir penelitian," lapor penelitian.

(Suara.com/Bimo Aria Fundrika)

Baca Juga: Studi: Remaja yang Suka Begadang Rentan Mengidap Asma dan Alergi

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB