Tanda Bayi Alami Dehidrasi Parah, Salah Satunya Mata Cekung!

Segera tangani apabila bayi mengalami dehidrasi parah.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 30 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Tanda Bayi Alami Dehidrasi Parah, Salah Satunya Mata Cekung!

Tanda Bayi Alami Dehidrasi Parah, Salah Satunya Mata Cekung!

himedik.com - Seperti orang dewasa, bayi juga dapat mengalami dehidrasi. Bahkan, mereka lebih mudah kehilangan air dan garam, terlebih saat demam, diare, atau muntah.

Tubuh kehilangan cairan tubuh melalui keringat, air mata, urin, dan feses. Air juga menguap dari kulit dan meninggalkan tubuh sebagai uap saat kita bernapas.

Tubuh mereka hanya menyimpan sedikit cadangan air dan tingkat metabolisme mereka tinggi sehingga mudah kehilangan air serta elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi.

Jika cairan ini tidak segera diganti, kondisi sang bayi justru bisa kritis.

Dilansir Parents, berikut tanda dehidrasi pada bayi yang harus diwaspadai:

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

- Kantuk
- Sifat lekas marah
- Mudah haus
- Kulit kurang elastis
- Mata dan ubun-ubun (atau titik lunak di kepala) tampak cekung
- Air mata berkurang atau tidak ada sama sekali
- Mulut kering
- Jarang buang air kecil

Dokter sering merekomendasikan larutan rehidrasi oral (ORS) seperti Pedialyte, Ceralyte, atau Gastrolyte, dalam dosis kecil dan sering, untuk membuat tubuh bayi mengalami rehidrasi.

National Digestive Diseases Information Clearinghouse mengatakan tujuan pemberian obat ini adalah untuk mencegah keluarnya cairan agar tidak melebihi asupan.

Perawatan rehidrasi tidak akan menghentikan diare, tetapi akan menjaga tubuh tetap terhidrasi sampai penyakitnya mereda.

Bayi dianggap terhidrasi jika mengeluarkan jumlah urin secara normall, atau setidaknya enam popok basah sehari untuk bayi dan balita.

Baca Juga: Sering Minum Kopi Bisa Sebabkan Dehidrasi? Begini Jawaban Sebenarnya!

Jumlah cairan yang harus dikonsumsi bayi tergantung pada ukuran dan derajat dehidrasinya.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), anak-anak dengan berat kurang dari 10 kg (22 pon) harus minum 60 sampai 120 ml (2-4 ons), oralit untuk setiap episode muntah atau diare. Dan mereka yang beratnya lebih dari 10 kg harus minum oralit 120 sampai 240 ml (4-8 ons).

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB