Sulit Bedakan Anak Batuk karena Virus Corona atau Alergi? Gini Caranya!

Seorang dokter menjelaskan cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memastikan anaknya mengalami gejala infeksi virus corona Covid-19 atau bukan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 20 September 2020 | 18:30 WIB
Sulit Bedakan Anak Batuk karena Virus Corona atau Alergi? Gini Caranya!

Sulit Bedakan Anak Batuk karena Virus Corona atau Alergi? Gini Caranya!

himedik.com - Batuk, demam dan flu adalah gejala umum virus corona Covid-19 yang bisa menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Tapi, beberapa orangtua mungkin sulit membedakan anak sedang batuk karena virus corona atau alergi musiman.

Dr Hilary Jones, dokter residen di Inggris mendesak semua orangtua untuk meninjau gejala virus corona Covid-19 yang mungkin terjadi pada anak-anak sebelum menjalani tes medis.

Para ahli di King's College London mengungkapkan bahwa anak-anak yang menderita virus corona Covid-19 itu tidak memiliki gejala sama seperti orang dewasa.

Para peneliti mengatakan bahwa anak-anak kemungkinan besar menderita gejala seperti kelelahan dan kehilangan nafsu makan. Sementara orang dewasa lebih cenderung menunjukkan gejala, seperti batuk terus-menerus, suhu tinggi dan hilangnya rasa dan penciuman.

Nasihat Dr Hilary ini muncul setelah Menteri Matt Hancock memeringatkan bahwa tes virus corona Covid-19 hanya dibatasi bagi orang yang paling membutuhkan. Artinya, anak-anak bisa menjadi urutan terakhir untuk mendapatkannya.

Ilustrasi anak batuk, kesehatan anak. (Shutterstock)
Ilustrasi anak batuk, kesehatan anak. (Shutterstock)

Dr Hilary juga menyarankan semua orangtua untuk tidak boleh mengizinkan anak-anaknya berangkat sekolah atau berpergian ketika batuk.

"Tidak diragukan lagi banyak anak yang dipulangkan dari sekolah karena batuk, tapi belum jelas penyebabnya virus corona atau tidak. Tapi, gejala khas virus corona termasuk batuk kering terus-menerus," ujar Dr Hilary dikutip dari The Sun.

Saat orang yang lebih tua terinfeksi virus corona Covid-19, mereka akan cenderung lebih mengetahui gejalanya daripada anak-anak.

Orang dewasa biasanya menyadari batuk terus-menerus akibat virus corona, batuk ketika minum, rasa geli di bagian saluran pernapasan, pilek dan lendir yang mengalir di belakang tenggorokan.

Sedangkan, anak-anak lebih cenderung mengalami batuk terus-menerus ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Karena itu, Dr Hilary mengatakan anak yang hanya batuk sesekali tak seharusnya langsung dipulangkan atau dituding terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Rekor Dunia! Puluhan Ribu Orang Panjang Umur Hidup di Jepang

"Maksud kami, batuk terus-menerus ini adalah batuk yang berlangsung beberapa menit, terjadi tiga sampai empat kali sehari selama periode 24 jam atau batuk setiap beberapa menit dalam satu jam," kata Dr Hilary.

Jadi, batuk akibat virus corona Covid-19 jelas berbeda dengan batuk biasa atau akibat flu musiman. Gejalanya pun berbeda pada anak-anak, tapi biasanya mereka mengalami demam dan batuk.

Dr Hilary juga menyatakan bahwa kebanyakan anak tidak batuk ketika terkena virus corona Covid-19. Ketika memakai Aplikasi Pelacak Gejala virus corona, mereka menemukan anak-anak tidak sering batuk.

Anak-anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 lebih mungkin mengalami ruam atau kehilangan nafsu makan dan merasa lelah. Sehingga pening untuk mengetahui pasti gejala virus corona pada anak-anak.

"Jika anak Anda sering berlarian, makan dengan normal, tidak sakit kepala dan batuk sesekali. Saya tidak akan buru-buru melakukan tes virus corona Covid-19," ujar Dr Hilary.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB