cancel
Kamis, 01 Desember 2022

Studi: Waspada, Sering Oleskan PelembapTingkatkan Risiko Alergi Bayi

Mengoleskan pelembap kulit pada bayi memang umum dilakukan, namun kebiasaan ini terkait dengan alergi anak.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Ilustrasi bayi (Pexels/Dominika Roseclay)
Ilustrasi bayi (Pexels/Dominika Roseclay)

Himedik.com - Risiko alergi makanan akibat pemberian pelembap kulit bisa terjadi terutama pada 3 bulan awal kehidupan bayi.  Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang menganalisis lebih dari 1.300 bayi.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian ini telah diterbitkan pada Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Studi ini dipimpin oleh para peneliti di St George's, University of London dan King's College London yang menganalisis penelitian sebelumnya dalam uji coba terhadap 1.394 anak-anak. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian pelembap pada bayi tidak efektif dalam mencegah perkembangan eksim. Selain itu, pemberian pelembap juga terkait dengan peningkatan alergi makanan.

Dalam studi baru ini, uji coba terkontrol acak pada pengenalan awal makanan alergen menunjukkan bahwa setiap pemberian pelembap tambahan per minggu dikaitkan dengan peningkatan 20 persen kemungkinan mengembangkan alergi makanan.

Orang tua yang terdaftar dalam penelitian ini ditanyai seberapa sering mereka melembabkan bayi mereka dan produk apa yang mereka gunakan. Produk yang paling sering digunakan untuk melembapkan bayi adalah minyak zaitun.

Meskipun begitu, berlum dipahami sepenuhnya mengepa pelembap bisa meningkatkan risiko alergi pada anak. Dalam hal ini, teori yang memungkinkan adalah bahwa beberapa pelembap mungkin memiliki efek merusak pada pelindung kulit. Hal ini yang kemudian memungkinkan alergen untuk melakukan kontak dengan sistem kekebalan kulit dengan lebih mudah.

Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Peneliti juga menyatakan bahwa ada kemungkikan lain yang menyebabkan alergi, seseperti adanya sisa alergen di tangan orang tua saat mengaplikasikan pelembap.

"Studi ini tidak mengatakan bahwa orang tua harus berhenti memberikan perlembap pada anak-anak mereka. Pelembab mungkin dapat meningkatkan risiko perkembangan alergi makanan, tetapi kami membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan mengapa hal ini terjadi," ujar Dr. Michael Perkin, ahli alergi anak dan penulis pertama makalah dari St George's, University of London.

"Sementara itu, kami menganjurkan agar orang tua mencuci tangan sebelum memberikan perlembap pada bayi sebagai tindakan pencegahan," imbuhnya.

Terkait

Terkini