Kelahiran Bayi Kembar Meningkat di Seluruh Dunia, Apa Penyebabnya?

Angka kelahiran kembar di seluruh dunia meningkat lebih dari 30%.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Senin, 15 Maret 2021 | 13:00 WIB
Kelahiran Bayi Kembar Meningkat di Seluruh Dunia, Apa Penyebabnya?

Kelahiran Bayi Kembar Meningkat di Seluruh Dunia, Apa Penyebabnya?

himedik.com - Studi baru menemukan bahwa kelahiran bayi kembar meningkat secara global dibanding sebelumnya.

Sejak 1980-an, angka kelahiran kembar di seluruh dunia meningkat lebih dari 30%, dari 9 kelahiran kembar per 1.000 kelahiran pada 1980 hingga 1985, menjadi 12 kelahiran kembar per 1.000 kelahiran pada 2010 sampai 2015.

Tidak hanya itu, jumlah absolut kelahiran kembar meningkat 42% selama periode ini, yakni dari 1,1 juta kelahiran kembar pada awal 1980-an menjadi 1,6 juta kelahiran pada awal 2010-an, lapor Live Science.

Sebagai perbandingan, jumlah total kelahiran, baik kembar maupun tidak, di seluruh dunia hanya meningkat 8% selama periode yang sama.

Penulis studi menduga reproduksi yang dibantu secara medis, seperti bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF), kemungkinan menjadi faktor peningkatan angka kelahiran bayi kembar ini.

Bayi tabung memang meningkatkan kemungkinan lahir kembar jika transfernya lebih dari satu embrio.

"Jumlah relatif dan absolut kembar di dunia lebih tinggi daripada yang pernah kita alami sejak pertengahan abad ke-20, dan ini kemungkinan akan menjadi yang tertinggi sepanjang masa," kata penulis studi Christiaan Monden, profesor sosiologi di Universitas Oxford Inggris.

Menurutnya, hal ini penting karena persalinan kembar berkaitan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi di antara bayi dan anak-anak.

Selain itu, persalinan kembar juga mengakibatkan lebih banyak komplikasi untuk sang ibu dan janin selama kehamilan serta selama dan setelah melahirkan.

Peneliti juga menduga semakin banyaknya wanita yang hamil di usia tua mendorong kelahiran bayi kembar. Sebab, wanita di usia yang lebih tua lebih mungkin mengandung anak kembar.

Baca Juga: Perlu Tahu, Anak Kembar Identik Tak Selalu Punya Genetik yang Sama

Studi baru ini diterbitkan Kamis (11/3/2021) lalu di jurnal Human Reproduction.

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB