Anak

Tujuh Juta Anak di Indonesia Alami Stunting, Simak Tiga Tips Mencegahnya

DAnak-anak Indonesia di bawah usia lima tahun (balita) berisiko mengalami stunting.KT Indonesia menyatakan bahwa anak-anak di Indonesia rentan mengalami stunting.

Fita Nofiana

Ilustrasi anak-anak. (Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi anak-anak. (Pixabay/jarmoluk)

Himedik.com - Sekitar tujuh juta balita di Indonesia mengalami stunting, kondisi gagal tumbuh, dan kerdil. Menurut UNICEF, Indonesia menjadi salah satu negara dengan beban stunting pada anak tertinggi di dunia. Tak mengherankan bahwa stunting menjadi prioritas kesehatan utama 

Dari rilis dari DKT Indonesia, diperkirakan bahwa pandemi Covid-19 berisiko meningkatkan kekurangan gizi anak sebesar 15 persen secara global. Hal ini yang dikhawatirkan akan meningkatkan angka stunting.  

Bertepatan pada Hari Bidan Nasional 2021, DKT Indonesia melalui Andalan Kontrasepsi bekerja-sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menghadirkan kampanye “Ayo Cegah Stunting!”.

“Salah satu faktor tingginya angka stunting di Indonesia dikarenakan jarak antar kehamilan yang terlalu dekat. Selain itu, faktor asupan gizi pada masa kehamilan serta rutin tidaknya Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan pada saat mengandung, juga berkontribusi," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes.

Tak sendirian, President Director DKT Indonesia, Juan Enrique Garcia juga menyatakan hal senada.

Stunting (DKT Indonesia)
Stunting (DKT Indonesia)

“Sebagai organisasi kesehatan reproduksi dan KB terbesar di Indonesia, kami merasa perlu untuk mengkomunikasikan pentingnya langkah pencegahan stunting, dikarenakan kesuksesan program KB di Indonesia juga berdampak secara langsung terhadap angka penurunan stunting," imbuhnya.

Dalam iklan layanan masyarakat “Ayo Cegah Stunting!”, berikut rekomendasi pencegahan stunting anak, antara lain:

  • Konsultasi kehamilan secara rutin. 
  • Merencakan jarak kehamilan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil. Dalam hal ini, jarak kehamilan yang ideal berkisar antara minimal 2 hingga 5 tahun.
  • Lakukan pemeriksaan perkembangan anak yang disesuaikan dengan Kartu Menuju Sehat, lakukan juga imunisasi sesuai jadwal. 

Berita Terkait

Berita Terkini