Anak Mengalami Speech Delay, Apa Saja Dampaknya?

Ternyata speech delay juga dapat mempengaruhi aspek lain dalam tumbuh kembang anak.

Yasinta Rahmawati
Selasa, 23 November 2021 | 18:00 WIB
Anak Mengalami Speech Delay, Apa Saja Dampaknya?

Anak Mengalami Speech Delay, Apa Saja Dampaknya?

himedik.com - Keterlambatan bicara yang terjadi pada usia anak-anak dikenal dengan speech delay. Kondisi ini dapat menyebabkan kurang berkembangnya kemampuan bicara anak atau tidak sesuai dengan usianya.

Tak hanya itu, kondisi ini membuat anak juga mengalami gangguan sulit untuk mengekspresikan diri, serta memahami maksud dari ucapan orang lain. Masalah lain yang juga mungkin terjadi pada anak dengan speech delay adalah gangguan dalam belajar, terutama ketika anak mengalami keterlambatan mengenali kata-kata hingga mencerna.

Mengenai masalah speech delay beserta dampak negatifnya ini telah diungkap oleh Psikolog Anak & Remaja sekaligus Co-Founder TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima.

1. Dampak pada berpikir
Menurut Saskhya, dampak negatif ketika anak mengalami keterlambatan bicara adalah hal ini akan menghambat proses berpikirnya. Di mana anak akan lebih sulit berlatih membaca dan menulis, serta sulitnya untuk berkonsentrasi.

“Dari beberapa riset, dikatakan bahwa ketika berbicara lebih lambat, anak akan punya kesulitan untuk membaca dan menulis,” ungkapnya dalam acara webinar Kupas Tuntas Tahapan Perkembangan Bicara Anak & Solusi Atasi Speech Delay, Senin (22/11/2021).

2. Dampak negatif pada emosinya
Dampak selanjutnya yang terjadi pada anak adalah, ketika mengalami keterlambatan bicara tentu anak akan sulit mengelola perasaannya, salah satunya sulit mengekspresikan diri anak.

“Ketika kesulitan menyampaikan apa maunya, dan orangtua tidak memperhatikan, anak akan mudah marah atau tantrum,” lanjut Saskhya.

3. Menarik diri dari lingkungan sosial
Ketika anak mengalami keterlambatan bicara, hal ini akan berdampak negatif bagi kehidupan sosialnya kelak. Parahnya, anak akan memilih menarik diri dari lingkungan sosial, sulit beradaptasi, dan kurangnya percaya diri.

(Suara.com/Aflaha Rizal Bahtiar)

Baca Juga: Penderita Asma Harus Menghindari Paparan Asap Rokok, Ini Penjelasannya!

×
Zoomed
TERKINI
DBD bisa menyerang siapa saja, di mana saja terlepas dari tempat tinggal, usia, atau gaya hidup....
anak | 10:39 WIB
Issa Xander cuma punya paspor Amerika Serikat....
anak | 10:00 WIB
Ketidakseimbangan pada hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat....
anak | 07:00 WIB
Di Indonesia tak ada vaksin khusus HMPV seperti halnya vaksin covid-19 dan semacamnya....
anak | 10:00 WIB
Penelitian menyatakan bahwa pola makan rendah asupan serat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko te...
anak | 07:00 WIB