Mendekati Musim Hujan, Waspada Bakteri Leptospirosis

Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak perihal kematian yang disebabkan oleh serangan bakteri Leptospirosis.

Rauhanda Riyantama | Dwi Citra Permatasari Sunoto
Senin, 10 September 2018 | 07:30 WIB
Ilustrasi main air hujan. (iStock)

Ilustrasi main air hujan. (iStock)

Himedik.com - Tak lama lagi musim hujan akan kembali datang. Perubahan suhu pun pasti akan membuat beberapa orang mengalami gangguan kesehatan. Salah satu yang harus diwaspadai ketika musim hujan tiba yaitu serangan bakteri Leptospirosis.

Penyakit ini merupakan penyakit musiman yang banyak ditemukan pada awal musim gugur di negara empat musim dan pada musim hujan di negara tropis. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan banyak kasus serangan Leptospirosis.

Bahkan Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak perihal kematian yang disebabkan oleh serangan bakteri Leptospirosis.

Perlu kamu tahu, Leptospirosis ditularkan ketika kontak langsung dengan tanah, lumpur, atau air yang telah terkontaminasi urin hewan yang terinfeksi Leptospira. Selain itu, minum air yang telah terkontaminasi atau digigit binatang yang telah terinfeksi Leptospira juga bisa menyebabkan seseorang terinfeksi.

Penularan ini biasanya melalui perantara hewan babi, sapi, tikus, dan anjing. Nah, jika kamu seorang dokter hewan, bekerja di perkebunan, pertanian, pekerja tambang, atau peternakan maka wajib waspada akan serangan bakteri Leptospirosis.

Pasalnya bakteri bisa masuk melalui selaput lendir pada mulut, hidung, mata, serta kulit yang terluka.

Masa inkubasi bakteri yang masuk dalam tubuh manusia rata-rata selama 10 hari dengan gejala nyeri kepala, pegal-pegal, nyeri otot dan perut, mual, muntah, iritasi mata, ruam, dan demam menggigil mendadak.

Langkah penyembuhannya yaitu dengan pengobatan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 5-7 hari tergantung dari respon penyakit.

Leptospirosis. (thedenverchannel)
Leptospirosis. (thedenverchannel)

 

Antibiotik harus diberikan sesegera mungkin dan harus dihabiskan, karena berhenti minum antibiotik ketika gejala dirasa membaik bisa menyebabkan bakteri yang belum mati menginfeksi lagi. Sedangkan jika gejala semakin parah, maka penderita harus melakukan rawat inap dan diobservasi.

Baca Juga: Ingin Cantik dan Sehat? Berikut Ulasan Mengenai Serum Vitamin C

Nah, sebagai tindak pencegahan sebaiknya kamu melakukan vaksin pada binatang peliharaan yang rawan terkena infeksi bakteri seperti sapi, anjing, dan babi.

Jangan biarkan binatang peliharaan makan tikus liar dan usahakan juga untuk memberantas tikus di lingkungan rumah.

Lalu ketika musim hujan tiba, ada baiknya untuk tidak bermain di sumber air tergenang yang berisiko tercemar urin binatang yang bisa terinfeksi Leptospirosis.

Terakhir, pastikan sumber air mandi dan minum bersih, serta selalu gunakan alas kaki ketika keluar rumah.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB