Aroma Mobil Baru Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan

Interior mobil mengandung gas VOC yang dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Rauhanda Riyantama | Krishnayanti C
Rabu, 12 September 2018 | 17:45 WIB
Ilustrasi mobil baru. (thecarconnection)

Ilustrasi mobil baru. (thecarconnection)

Himedik.com - Saat memiliki mobil baru, pasti ada aroma khas dari dasbor, jok, dan interior lainnya. Apakah kamu menyukai aroma mobil baru? Jika iya, sebaiknya hal ini dihindari karena berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Menurut seorang pakar mikroba sekaligus pendiri RTK Environmental Group, Robert Weitz, aroma mobil baru berasal dari senyawa organik yang mudah menguap dan disebut dengan VOC (volatile organic compound).

Jika kamu menciumnya terus menerus, gas hasil VOC akan menyebabkan sakit kepala, gangguan pernapasan, nyeri otot, dan nyeri sendi.

Tak hanya itu, beberapa peneliti menemukan bahwa lebih dari 275 bahan kimia yang terdapat di dalam interior mobil dapat meningkatkan risiko cacat lahir, gangguan belajar, masalah hati, hingga kanker.

Ilustrasi (nerdwallet)
Ilustrasi mobil baru. (nerdwallet)

 

Tapi jangan khawatir, ada cara untuk mengatasi hal ini. Aroma mobil baru tidak akan mengendap selama-lamanya dan akan menghilang dengan sendirinya jika sering dipakai.

Namun, saat memakai mobil baru, sebaiknya lebih sering membuka jendela agar aroma dari VOC di dalam mobil baru lebih cepat menghilang. Selain itu, jangan berlama-lama di dalam mobil baru.

Meski terkadang cuaca panas tidak mendukung untuk membuka jendela atau menggunakan AC alami, lebih baik dilakukan demi mencegah terkena risiko penyakit akibat gas VOC.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB