Info

Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau Berbahaya? Ini Kata Dokter

Anda harus tahu apa bahaya abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan.

Rendy Adrikni Sadikin

Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12).(ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras via Suara.com)
Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12).(ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras via Suara.com)

Himedik.com - Anda harus tahu apa bahaya abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan.

Gunung Anak Krakatau sudah berstatus siaga usai mengeluarkan abu vulkanik berupa asap hitam dan awan panas. Abu vulkanik yang tebal dan berukuran sangat kecil itu tentu berbahayabagi kesehatan.

Dokter Flora Ekasari, spesialis Paru dan Pernapasan RSAU Halim Jakarta mengimbau untuk tetap waspada kepada masyarakat akan aktivitas hujan abu.

"Abu Vulkanik bersifat iritasi baik bagi paru, mata maupun kulit. Bahkan bisa menyebabkan kematian dan bersifat bahan karsinogenik (penyebab kanker). Menangani abu vulkanik pastikan kita terlindung dengan masker baiknya N95, kacamata khusus dan baju lengan panjang. Intinya agar tidak terhirup dan cepat jatuh ketanah. Masker perhatikan jangan sampai lembab karena bisa menyebabkan pertumbuhan kuman atau bercampur cairan asam," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (28/12/2018).

Paparan abu vulkanik dalam jangka waktu singkat akan menyebabkan masalah pada kulit karena sifatnya yang mengandung karsinogenik. Flora mengungkapkan bahwa kulit dapat mengalami iritasi dan menimbulkan gejala berupa gatal dan kemerahan jika terkena debu vulkanik.

Iritasi ini juga dapat terjadi pada mata, dapat mengakibatkan gejala gangguan melihat berupa mata perih dan mata berair.

"Kalau masuk ke saluran atas bisa iritasi juga dan memunculkan banyak gejala," lanjutnya.

Flora mengimbau usahakan untuk tidak keluar rumah jika terjadi hujan abu. "Usahakan tidak keluar rumah dulu ya. Kalau memang harus, wajib gunakan pelindung diri," bebernya.

Perhatian khusus tentunya bagi para penderita penyakit paru PPOK, Asma, Jantung, Ibu hamil dan anak anak jika terpapar hujan abu vulkanik.

"Perhatikan jika mulai ada gejala-gejala segera ke dokter," imbau Flora.

Ia juga berbagi cara bagaimana membersihkan hujan abu. "Gunakan sekop untuk membersihkan sebagian besar endapan abu tebal (lebih dari 1cm). Gunakan sapu untuk abu yang lebih sedikit. Buang abu di kantong plastik yang cukup kuat untuk menampung abu. Atau ke truk jika ada, dan untuk memotong rumput hanya setelah hujan saja atau menunggu gerimis," pungkasnya.

Itulah penjelasan tentang bahaya abu vulkanik bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui.

Suara.com/Ade Indra Kusuma

Berita Terkait

Berita Terkini