Studi Sebut Sumpah Serapah Ternyata Baik untuk Kesehatan, Ini Penjelasannya

Hal ini diungkapkan melalui penelitian yang dilakukan Dr. Richard Stephens dan tim.

Vika Widiastuti
Senin, 22 April 2019 | 10:00 WIB
Ilustrasi wajah kesal. (Pixabay/Olichel)

Ilustrasi wajah kesal. (Pixabay/Olichel)

Himedik.com - Saat merasa kesal atau marah, terkadang seseorang meluapkannya melalui sumpah serapah atau mengumpat. Meski bisa menyakiti orang lain, mengumpat ternyata bermanfaat untuk kesehatan, menurut sebuah studi

Hal ini diungkapkan melalui penelitian yang dilakukan Dr. Richard Stephens dan tim. Menurut temuannya mengumpat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan tingkat stres.

Dilansir Suara.com dari Nypost, untuk mengarah pada kesimpulan ini, Richard yang merupakan dosen senior bidang psikologi di Keele University ini memaksa 67 siswa untuk mandi dalam cuaca dingin. Mereka dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk mengumpat selama menahan dingin yang menusuk. Sementara kelompok kedua hanya diizinkan mengucapkan kata-kata netral. Dr. Richard Stephens menemukan bahwa mengumpat meningkatkan ambang rasa sakit murid-muridnya hampir 50 persen.

Rata-rata, siswa dapat mentolerir rasa sakit selama hampir dua menit ketika mengumpat, tetapi hanya satu menit 15 detik ketika mereka tidak melakukannya.

Hasilnya? NEXT

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB