Info

5 Makanan Ini Perlu Dihindari Agar Tak Sembelit Saat Puasa!

Beberapa makanan ini bisa memperburuk sembelit!

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah

Ilustrasi sembelit. (shutterstock)
Ilustrasi sembelit. (shutterstock)

Himedik.com - Sembelit bisa saja terjadi saat seseorang sedang berpuasa, apalagi cairan yang masuk dalam tubuh berkurang. 

Mengalami sembelit ketika berpuasa memang tidak mengenakkan, terlebih dengan perasaan kembung.

Faktanya, sebanyak 27% orang dewasa mengalami kondisi sembelit ini. Semakin bertambah usia atau semakin tidak aktif secara fisik, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami sembelit.

Beberapa makanan dapat membantu meringankan atau mengurangi risiko sembelit. Sementara yang lain dapat memperburuknya, seperti 5 daftar makanan di bawah ini yang dilansir dari Healthline.

1. Pisang mentah

Sementara pisang matang dapat membantu mencegah sembelit, pisang mentah cenderung memiliki efek sebaliknya. Sebab pisang mentah mengandung lebih banyak pati resisten , suatu senyawa yang lebih sulit untuk dicerna tubuh.

Selama proses pematangan, pati resisten diubah menjadi gula alami, yang jauh lebih mudah dicerna.

Pisang mentah juga mengandung jumlah tanin yang lebih tinggi, suatu senyawa yang diperkirakan mengurangi kecepatan makanan melewati usus.

Inilah Mongee, pisang jenis baru yang bisa dimakan kulitnya. (Foto: Dok. D&T Farm)
Inilah Mongee, pisang jenis baru yang bisa dimakan kulitnya. (Foto: Dok. D&T Farm)

 

2. Makanan yang mengandung gluten

Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley atau biji jali-jali, gandum hitam.

Beberapa orang mungkin mengalami sembelit ketika mereka makan makanan yang mengandung gluten. Ada juga orang tidak toleran terhadap gluten yang dikenal sebagai penyakit celiac.

Ketika seseorang dengan penyakit celiac mengkonsumsi gluten, sistem kekebalan tubuhnya menyerang usus mereka dan akan merusaknya.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa banyak orang tanpa kondisi ini juga dapat mengalami sembelit setelah mengonsumsi gluten.

3. Biji olahan

Biji olahan dan produk-produknya, seperti roti putih, nasi putih dan pasta putih, lebih mungkin menyebabkan sembelit daripada biji itu sendiri.

Sebab, ada bagian dari padi yang hilang saat proses pengolahan. Secara khusus, padi mengandung serat, nutrisi yang bisa memperlancar pencernaan.

Oleh karena itu, orang yang mengalami sembelit dapat mengambil manfaat dari secara bertahap mengurangi asupan biji-bijian olahan dan menggantinya dengan biji-bijian utuh.

4. Susu dan produk susu

Susu tampaknya menjadi penyebab sembelit yang umum, setidaknya bagi sebagian orang.

Bayi, balita, dan anak-anak tampak sangat berisiko, mungkin karena sensitivitas terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi.

Sebuah tinjauan studi yang dilakukan selama periode 26 tahun menemukan, beberapa anak dengan sembelit kronis mengalami perbaikan ketika mereka berhenti mengonsumsi susu sapi.

Tapi, bagi orang yang tidak toleran laktosa malah kemungkinan bisa mengalami diare, bukannya sembelit setelah mengonsumsi susu.

5. Daging merah

Daging merah dapat memperburuk konstipasi atau sembelit karena tiga alasan utama.

Pertama, ia mengandung sedikit serat. Kedua, daging merah juga dapat secara tidak langsung mengurangi asupan serat harian seseorang.

Ketiga, tidak seperti jenis daging lainnya, seperti unggas dan ikan, daging merah umumnya mengandung jumlah lemak yang lebih tinggi, dan makanan berlemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama bagi tubuh untuk dicerna.

Jadi, untuk menghindari sembelit, lebih baik jangan konsumsi makanan di atas ketika sahur. 

Berita Terkait

Berita Terkini