Tetap Tenang, Begini Cara Mengatasi Gigitan Ular Berbisa Secara Cepat

Sebelum dibawa ke pihak medis, lebih baik bisa ular dikeluarkan terlebih dahulu atau paling tidak hentikan penyebarannya.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Selasa, 27 Agustus 2019 | 11:00 WIB
Ular stiletto - (Instagram/@zach_little562)

Ular stiletto - (Instagram/@zach_little562)

Himedik.com - Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bisa ular dapat berakibat serius pada manusia meski terkadang tidak berakibat fatal jika langsung ditangani dengan benar.

"Racun menyebabkan rasa sakit, bengkak dan mungkin beberapa lepuhan di lokasi gigitan, dan itu merusak jaringan. Sejumlah besar dapat menyebabkan pendarahan internal," kata Bret Nicks, MD, seorang profesor kedokteran darurat di Wake Forest Baptist Health di Winston-Salem, NC.

Berdasarkan laman resmi Kota Auroville, India, serum anti-racun polyvalent efektif melawan gigitan ular yang masuk dalam kategori empat besar, yaitu ular kobra, ular beludak skala, ular welang dan ular beludak Russell.

Jika ular berbisa menggigit Anda, ingatlah dua hal, jangan panik dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan serum anti-racun.

Untuk pertolongan pertama pada seseorang yang digigit ular berbisa, Anda dapat melakukan:

1. Jaga agar korban tetap tenang, batasi gerakan.

2. Yakinkan korban dan jangan biarkan dia panik. Saat panik, itu akan meningkatkan detak jantung dan akan mengedarkan racun lebih cepat di dalam tubuh.

3. Lepaskan cincin, atau benda apa pun yang menghalangi, sebab area yang tergigit kemungkinan akan membengkak.

Ilustrasi tangan terluka karena gigitan ular berbisa. (Shutterstock)
Ilustrasi tangan terluka karena gigitan ular berbisa. (Shutterstock)

4. Cara menghentikan penyebaran racun limfatik:

- Balut dengan ketat, belat dan jangan bergerak.

Baca Juga: Kamar Kemasukan Ular Piton, Gadis 18 Tahun Kaget Rasakan Lidah di Lehernya

- Jika tungkai yang terkena gigitan harus segera dimobilisasi dengan belat.

- Pastikan korban untuk menjaga tangan tetap di bawah agar bisa tidak menyebar ke jantung.

- Jangan memberikan minuman beralkohol atau panas, meski korban di bawah tekanan psikologis.

- Pasien tidak boleh memaksakan dirinya dengan cara apa pun. Jangan biarkan korban makan atau minum air agar metabolisme tetap rendah.

5. Jangan mengisap bisa dengan mulut, lebih baik gunakan alat pengisap standar. Telah diidentifikasi bahwa menyedot lebih dari 270 mmHg darah dapat memulai aliran dari gigitan.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB