Update Corona Covid-19 pada 16 Maret 2020: 77.753 Sembuh, 6.515 Meninggal

Kabar baik, kasus di pusat penyebaran di China mulai menurun.

Yasinta Rahmawati
Senin, 16 Maret 2020 | 12:06 WIB
Virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Himedik.com - Virus corona Covid-19 masih terus mewabah, tak kurang sudah 157 negara dan teritori terjangkit. Laman Worldometers.info secara real time pada Senin (16/3/2020) pukul 08.50 WIB mencatat ada total 169.531 kasus infeksi di seluruh dunia.

Kabar baiknya, kasus di pusat penyebaran di China mulai menurun. Sampai berita ini diturunkan, ada 16 kasus dan 14 kematian baru yang sepenuhnya berada di Hubei. Total pasien yang pulih di China mencapai 67.752 jiwa, sedangkan untuk tingkat global kesembuhan mencapai 77.753 jiwa.

Untuk tingkat global, jumlah pasien yang diterima sebesar 6.515 di seluruh dunia.

Sementara di Italia kasus infeksi terus meningkat dengan 3.590 kasus baru dan 368 kematian. Ada 20.603 kasus aktif sedang ditangani, di mana 1.672 diambil di dalam kondisi kritis.

Di Indonesia, angka penderita semakin meningkat. Per Minggu (15/3/2020), kasus positif virus corona Covid-19 bertambah 21, sehingga membuat total kasus menjadi 117. Namun sebanyak 8 orang dinyatakan pulih.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto. "Ada 21 kasus baru, 19 di Jakarta, 2 di Jawa Tengah," kata Yurianto kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Ia meminta persetujuan pasien akan menambah tak lama lagi. Sudah ada 7 pasien yang menunggu dua kali tes, dan ditolak negatif, maka sudah bisa dipulangkan.

Virus korabah ini membuat beberapa negara melakukan lockdown atau kuncian. Namun menurut Yurianto, Indonesia tidak perlu ikut serta melakukan opsi penguncian hanya karena jumlah negara yang mengambil langkah tersebut semakin meningkat.

Kata Yurianto, pemerintah telah mempertimbangkan seluruh aspek yang terkait Covid-19 dan mengakui apa yang dimiliki Covid-19 tak hanya-mata saja mengenai masalah kesehatan saja.

"Kita harus hati-hati betul dengan ini, kita nggak latah-latahan, kok. Kita punya kehormatan untuk bisa menentukan negara kita sendiri, kita negara merdeka," kata Yurianto dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Minggu (15/3/2020) .

Baca Juga: Ampuh Bunuh Virus, Peneliti UGM Bikin Hand Sanitizer dari Daun Sirih

Sementara itu, proses observasi Dunia Mimpi ABK dan Puteri Berlian sudah ditentukan rampung dan mereka siap kembali ke kampung halaman. Yurianto menyebut Indonesia akan kembali dipersiapkan misi berikutnya, yaitu memulangkan 57 ABK asal Indonesia yang berada di kapal pesiar Grand Princess.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB