Donald Trump Desak Dokter Pakai Obat Anti-Malaria untuk Covid-19, Amankah?

Padahal hidroksiklorokuin sebagai pengobatan untuk Covid-19 belum terbukti ampuh.

Yasinta Rahmawati
Selasa, 07 April 2020 | 16:30 WIB
Donald Trump Desak Dokter Pakai Obat Anti-Malaria untuk Covid-19, Amankah?

Donald Trump Desak Dokter Pakai Obat Anti-Malaria untuk Covid-19, Amankah?

himedik.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menekan tenaga medis untuk menggunakan obat anti-malaria hidroksiklorokuin sebagai obat Covid-19. Padahal, obat ini belum terbukti ampuh.

Maka dari itu, sang presiden dikritik karena mengatakan obat anti-malaria ini sebagai obat yang hebat dalam mengatasi pasien dengan infeksi virus corona baru, meski tanpa mengutip bukti yang ada.

Trump merekomendasikan gabungan obat hidroksiklorokuin dengan antibiotik, azithromycin, bagi pasien tanpa masalah jantung.

Dilansir CNN Internasional, antibiotik azithromycin disebut Trump akan membunuh 'hal-hal tertentu yang Anda tidak ingin hidup di dalam tubuh Anda'.

Di sisi lain, para ahli sendiri tidak menyarankan penggunaan hidroksiklorokuin sebagai pencegahan Covid-19 karena belum ada bukti bahwa itu melindungi terhadap virus.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi obat (Foto: shutterstock)

"Mereka mengatakan untuk menggunakannya (hidroksiklorokuin)... Jika ini berhasil, akan memalukan jika kita tidak melakukannya lebih awal. Tapi kita memiliki pertanda yang sangat bagus," tuturnya saat koferensi pers pada Minggu (5/4/2020).

Sebelum ini, Trump juga pernah salah mengklaim bahwa obat ini sudah disetujui oleh BPOM AS (FDA).

"Seperti yang Anda tahu, mereka sudah menyetujuinya, mereka memberikan persetujuan cepat," katanya pada konferensi pers Kamis (19/3/2020) lalu.

Faktanya, FDA belum menyetujui hidroksiklorokuin untuk pengonatan Covid-19.

Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Di sisi lain, sebuah studi yang terbit pada akhir Maret 2020 dalam jurnal medis Prancis menunjukkan bukti baru bahwa obat anti-malaria ini tampaknya tidak membantu sistem kekebalan tubuh 'membersihkan' SARS-CoV-2 di dalam tubuh.

Baca Juga: Riwayat Penyakit Kronis Pengaruhi Tingkat Kefatalan Pasien Corona Covid-19!

Penelitian yang diketuai oleh Jean-Michel Molina itu menemukan setelah lima hingga enam hari perawatan dengan hidroksiklorokuin (600mg per hari selama 10 hari) dan azithromycin (500mg pada hari pertama dan 250mg pada hari ke-2 dan ke-3), delapan dari 10 responden mereka masih dites positif Covid-19.

Bahkan, dilansir The Conversation, dari 10 pasien ini, satu di antaranya meninggal, dua pindahkan ke ICU dan lainnya harus dikeluarkan dari perawatan karena komplikasi serius.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB