Ibu Ini Tidur Bersama Bayinya yang Telah Meninggal Selama 2 Minggu

Hatinya begitu perih ketika dokter memberi tahukan bahwa bayinya telah meninggal.

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Sabtu, 26 Januari 2019 | 08:30 WIB
Ibu Ini Tidur Bersama Bayinya yang Telah Meninggal Selama 2 Minggu

Ibu Ini Tidur Bersama Bayinya yang Telah Meninggal Selama 2 Minggu

himedik.com - Seorang ibu mengungkapkan bahwa dirinya menghabiskan waktu dua minggu tidur bersama bayi perempuannya yang telah meninggal. Lisa Fletcher (44) melahirkan Lillie Grace pada usia 37 minggu pada Oktober 2015, setelah para dokter memberi tahu ibu empat anak itu bahwa Lillie telah meninggal di dalam rahim.

Wanita asal Killamarsh, Derbyshire, Inggris ini mengatakan, "Saya merasa sangat bangga karena saya masih bisa menjadi seorang ibu dan saya bisa memeluk serta menciumnya dan menghabiskan waktu bersamanya."

"Saya menggendong bayi saya dan dia adalah bagian dari keluarga saya dan saya ingin memperlakukannya seperti anak-anak saya yang lain. Orang tua dalam posisi ini tidak perlu takut atas apa yang dipikirkan orang lain. Cinta adalah cinta," lanjutnya.

Lisa memiliki tiga anak yang lebih tua tetapi Lillie Grace adalah anak pertamanya bersama Nik.

Ilustrasi bayi meninggal. (Unsplash/Janko Ferli)
Ilustrasi bayi meninggal. (Unsplash/Janko Ferli)

 

Tragedi ini terjadi hanya beberapa hari sebelum melahirkan dan ia harus menghadapi rasa hancur saat mengetahui putrinya sudah meninggal.

Segera setelah operasi selesai, para dokter memberikan putrinya kepada Nik untuk memeluknya. "Dia terlihat seperti malaikat yang tertidur dan benar-benar sempurna. Bahkan dokter mengatakan dia sangat cantik. Para staf juga memperlakukannya seperti bayi yang lain," tutur Lisa.

Mereka menghabiskan dua malam di rumah sakit sebelum kembali ke rumah untuk memperkenalkan Lillie Grace kepada kakak-kakaknya dan teman-teman serta keluarga lainnya.

Begitu tiba di rumah, ia pun tidur dengan bayinya yang berada di keranjang tidur tepat di sampingnya.

Lisa berkata, "Satu hal yang ingin saya lakukan adalah membawanya pulang dan meletakkannya di sebelah tempat tidur saya di tempat tidurnya sendiri yang kami belikan untuknya."

Baca Juga: Stunting Bisa Dicegah dengan Pemberian Asi Eksklusif, lo!

"Saya memperkenalkannya kepada kakek-nenek dan teman-teman terbaik saya. Mereka semua mengatakan betapa sempurna penampilannya. Sangat menyedihkan menjelaskan kepada mereka apa yang telah terjadi," ujarnya.

"Kami mampu membawanya ke keluarga kami dan menunjukkan kepadanya rumahnya," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa sangat damai ketika bisa tidur di bawah satu atap dengan bayinya selama dua minggu.

Pada hari sebelum pemakamannya, mereka memasukkan sebuah surat perpisahan ke dalam peti matinya. Pasangan itu selalu mengunjungi makamnya empat kali seminggu.

×
Zoomed
TERKINI
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui menstruasi normal atau tidak....
wanita | 08:00 WIB
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB