Wanita

Bumil Wajib Tahu, Kenali Apa Itu Plasenta Anterior

Plasenta adalah organ yang tumbuh di rahim selama kehamilan untuk memberi makan bayi, menyalurkan oksigen dan nutrisi.

Vika Widiastuti | Dwi Citra Permatasari Sunoto

Ilustrasi hamil. (Pixabay/Skitterphoto)
Ilustrasi hamil. (Pixabay/Skitterphoto)

Himedik.com - Plasenta adalah organ yang tumbuh di rahim selama kehamilan untuk memberi makan bayi, menyalurkan oksigen dan nutrisi melalui tali pusat.

Plasenta menempel pada dinding rahim di salah satu posisi yaitu di belakang (posterior), di depan rahim (anterior), di sisi rahim, di bagian atas rahim (fundal), di bagian bawah rahim dan kadang-kadang bahkan di atas leher rahim.

Namun dalam ulasan kali ini yang akan dibahas adalah plasenta anterior, yang terletak di depan rahim, di antara bagian depan lambung dan janin.

Meski, umumnya tidak memengaruhi kehamilan atau kesehatan janin, posisi plasenta tersebut dapat mengubah cara pemeriksaan medis dan terkadang meningkatkan risiko tertentu.

Dilansir HiMedik dari Medical News Today, memiliki plasenta anterior dapat mempersulit wanita untuk merasakan gerakan janin, terutama pada awal kehamilan. Dalam beberapa kasus, ini dapat membuatnya lebih menantang bagi dokter kandungan untuk mendeteksi detak jantung janin.

Ilustrasi janis. (Pixabay/sbtlneet)
Ilustrasi janis. (Pixabay/sbtlneet)

 

Apalagi dalam kasus-kasus di mana seorang wanita memerlukan amniosentesis, plasenta anterior dapat mempersulit dokter untuk melakukan tes.

Sebagai informasi, amniosentesis adalah prosedur yang mengambil sampel cairan ketuban di sekitar bayi, yang digunakan dokter untuk menganalisis cairan untuk tanda-tanda adanya kelainan.

Dokter akan melakukan tes ini dengan memasukkan jarum ke dalam rahim melalui perut wanita. Masalahnya, lokasi plasenta yang ada di depan rahim dapat membuatnya lebih menantang.

Letak plasenta sendiri bisa diketahui saat melakukan USG, yaitu saat kehamilan memasuki usia 18 hingga 20 minggu. Selama USG ini, dokter akan memeriksa kondisi janin dan plasenta.

Namun, terkadang dokter mungkin merekomendasikan USG tambahan saat mendekati hari kelahiran untuk memeriksa lokasi plasenta dan memastikan bahwa itu tidak menutupi leher rahim.

Berita Terkait

Berita Terkini