Ini Bahaya Anoreksia selama Kehamilan dan Efeknya pada Anak

Berikut sederet efek pada janin jika ibu mengalami anoreksia

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere
Rabu, 13 Maret 2019 | 22:30 WIB
Ini Bahaya Anoreksia selama Kehamilan dan Efeknya pada Anak

Ini Bahaya Anoreksia selama Kehamilan dan Efeknya pada Anak

himedik.com - Anoreksia nervosa adalah jenis gangguan makan yang melibatkan diet atau kelaparan secara obsesif untuk menghindari kenaikan berat badan.

Anoreksia bisa menjadi kondisi kronis seumur hidup. Risiko itu juga termasuk selama kehamilan.

Gangguan makan yang ditandai dengan secara aktif menahan kenaikan berat badan dapat memiliki konsekuensi berbahaya bagi anak yang belum lahir.

Berikut beberapa efek pada anak jika sang ibu mengalami anoreksia selama kehamilan, dikutip dari livestrong.

Menghambat Perkembangan Otak

Ketika janin tumbuh, mereka membutuhkan nutrisi tertentu untuk berkembang. Sebagai contoh, asam folat membantu membangun otak dan tulang belakang, sedangkan protein membantu sel berkembang biak.

Ilustrasi hamil (Pixabay/Bgmfotografia)
Ilustrasi hamil (Pixabay/Bgmfotografia)

Malnutrisi dapat menghambat perkembangan otak dengan memperlambat gerakan dan koneksi neuron di otak. Malnutrisi janin telah dikaitkan dengan IQ yang lebih rendah dan ketidakmampuan belajar di kemudian hari.

Berat Lahir Rendah

Berat badan lahir rendah ditandai dengan bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2,4 kg saat lahir.

Selain itu, berat badan lahir rendah dapat merupakan hasil dari kelahiran prematur, risiko yang sangat nyata bagi wanita anoreksia yang sedang hamil.

Baca Juga: Capai Orgasme saat Seks Oral, Wanita Ini Alami Pendarahan Otak dan Stroke

Bayi dapat mengalami masalah serius, seperti sindrom gangguan pernapasan, pendarahan otak, cacat jantung dan hipertensi di kemudian hari.

Ilustrasi perut membesar seperti hamil - (Pixabay/Katerina_Knizakova)
Ilustrasi perut membesar seperti hamil - (Pixabay/Katerina_Knizakova)

Keguguran dan bayi meninggal

Wanita hamil yang menderita anoreksia memiliki risiko yang meningkat untuk keduanya karena stres yang terjadi pada janin akibat masalah kesehatan terkait anoreksia pada ibu.

Terlebih lagi, sebuah penelitian Inggris yang diterbitkan dalam edisi 2007 ''The British Journal of Psychiatry'' menemukan wanita anoreksia lebih cenderung mengalami keguguran bahkan setelah berhasil pulih dari anoreksia.

Ilustrasi hamil (Unplash/freestocks.org)
Ilustrasi hamil (Unplash/freestocks.org)

Masalah lain

Gizi buruk dan asupan kalori saat dalam kandungan dapat memiliki sejumlah efek perkembangan pada bayi yang bertahan di kemudian hari.

Dikuti dari Epigee Women's Health, misalnya. Bayi berisiko lebih tinggi terkena diabetes dan penyakit jantung, dan bahkan memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 35 persen karena masalah jantung.

Mereka juga berisiko lebih tinggi untuk menderita ketidakmampuan belajar dan gangguan suasana hati serta gangguan fisik seperti cerebral palsy, masalah jantung dan langit-langit mulut.

×
Zoomed
TERKINI
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui menstruasi normal atau tidak....
wanita | 08:00 WIB
Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal....
wanita | 08:00 WIB
Mulas saat hamil adalah keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil....
wanita | 08:00 WIB
Selain untuk mengatasi nyeri haid, banyak dari obat herbal ini juga memberikan manfaat tambahan....
wanita | 08:00 WIB
Bukan hanya bermanfaat bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi influenza juga akan berpengaruh pada bayi....
wanita | 10:00 WIB