Wanita

Derita Kelainan Kulit Langka, Wanita Ini Tetap Percaya Diri Kenakan Bikini

Perempuan ini mengalami kelainan genetik yang disebut neurofibromatosis tipe 1 (NF1).

Vika Widiastuti

Ilustrasi masalah kulit (Unplash/Timothy Dykes)
Ilustrasi masalah kulit (Unplash/Timothy Dykes)

Himedik.com - Standar kecantikan yang tumbuh di masyarakat membuat beberapa perempuan merasa tak percaya diri jika tampak berbeda. Hal inilah yang sempat dialami oleh seorang perempuan asal Inggris bernama Rachael Reynolds.

Wanitab berusia 43 tahun itu menderita kelainan kulit langka. Namun, ia berhasil bangkit dan percaya diri atas apa yang dilaminya. 

Perempuan ini mengalami kelainan genetik yang disebut neurofibromatosis tipe 1 (NF1). Kondisi ini membuat seluruh tubuh Rachael ditumbuhi begitu banyak benjolan. Ibu dari empat anak ini mewarisi NF1 dari ayahnya yang juga memiliki benjolan di tubuhnya.

Pada usia 13 tahun, lesi mulai muncul di perut, lengan, serta kakinya. Kondisinya semakin memburuk saat dirinya hamil, membuat Rachael diejek oleh banyak orang, khususnya orang asing yang mengatakan dia tampak seperti digigit buaya.

Hal ini membuat Rachael rendah diri. Dia bahkan tidak berani menganakan bikini. Tapi kini, Rachael bisa menerima kondisinya dan mendapatkan kepercayaan diri untuk mengenakan bikini di depan umum.

Ilustrasi gatal - (Shutterstock)
Ilustrasi gatal - (Shutterstock)

 

Titik balik ini muncul saat Rachael mengikuti House of Extraordinary People, sebuah acara televisi yang mengharuskan sembilan orang hidup bersama di sebuah pondok Yorkshire selama 10 hari.

Secara besar-besaran, keadaan ini membantu Rachel merasa lebih nyaman dengan kulitnya sendiri. Sehari-hari selama di acara itu, dia menggunakan bikini untuk masuk ke bak mandi air panas di depan kamera.

"Ketika saya di rumah, saya tidak pernah berpikir saya akan tampil di depan kamera dan syuting," ujar dia.

Orang-orang dalam acara itu, awalnya tidak mengetahui kondisinya, karena Rachael memilih merahasiakannya. Karena itu, mereka kaget ketika Rachael pergi ke bak mandi air panas dengan bikini.

"Saya tidak bisa terlalu sadar tentang apa yang saya kenakan dan tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan dan lebih nyaman dengan kulit saya sendiri," ungkap dia.

Kini, Rachael mencintai tubuhnya dan menjalani operasi, juga perawatan laser untuk menghilangkan benjolan di tubuhnya, tetapi dia tahu bahwa neurofibromatosisnya kemungkinan akan memburuk seiring bertambahnya usia, dan tidak ada obatnya.

Untungnya, dia sekarang dapat menerima tubuhnya apa adanya, dan menolak untuk bersembunyi pada setiap musim liburan.

"Saya berharap bisa keluar dan memakai bikini, terlepas dari apa yang dipikirkan orang, ini liburan saya, bukan liburan mereka," tutup dia.

(Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini