Wanita

Buat Peneliti Terkejut, Organ Wanita Ini Berada di Tempat yang Salah

Ketika Bentley meninggal pada tahun 2017, tubuhnya disumbangkan untuk penelitian.

Vika Widiastuti

Ilustrasi nenek (PIxabay/coqueambrosoli0)
Ilustrasi nenek (PIxabay/coqueambrosoli0)

Himedik.com - Bagaimana jika organ tubuh berada di tempat yang tak semestinya? Apakah hal itu akan membahayakan kesehatan?

Namun, apa yang terjadi pada perempuan asal Pacific North West, Amerika Utara, yang bernama Rose Marie Bentley itu sungguh mengejutkan dan membuat banyak orang tak percaya. 

Perempuan ini justru bisa disebut hidup dengan umur yang panjang hingga 99 tahun, meski beberapa organnya berada di tempat yang salah.

Ketika Bentley meninggal pada tahun 2017, tubuhnya disumbangkan untuk penelitian, seperti yang dilakukan suaminya, Jim, belasan tahun sebelumnya.

Tetapi ketika para mahasiswa dari Oregon Health & Science University (OHSU) menggunakan mayat perempuan tua itu untuk bereksperimen sebagai bagian dari kelas anatomi rutin, mereka mendapati bahwa organ Bentley sama sekali tidak normal. Memang, para mahasiswa mendapati Bentley menderita kondisi situs inversus yang sangat langka.

Ilustrasi anatomi (pixabay/bodymybody)
Ilustrasi anatomi (pixabay/bodymybody)

 

Kondisi ini hadir hanya dalam satu dari 50 juta orang dewasa, di mana organ seperti hati dan organ perut lainnya beralih dari kanan ke kiri. Namun, dalam kasus Bentley, hatinya tetap berada di sisi kiri dadanya.

"Saya tahu ada sesuatu yang terjadi, tetapi kami butuh beberapa saat untuk mengetahui bagaimana untuk menyatukannya," kata Cam Walker, asisten profesor anatomi di pusat layanan anatomi OHSU, mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Suara.com dari Independent.

Warren Nielsen, seorang mahasiswa kedokteran tahun kedua adalah salah satu dari banyak siswa OHSU yang melihat jasad Bentley.

"Itu sangat menakjubkan. Kami tidak hanya mempelajari anatomi normal tetapi juga semua variasi anatomi yang dapat terjadi. Saya tumbuh untuk menghargai bagaimana dia bisa hidup selama itu. Itu membuat saya bertanya-tanya siapa dia. Pengalaman itu membuat saya tidak sabar untuk merawat pasien dan bisa menerapkan apa yang telah saya pelajari darinya," kata mahasiswa asal Lake Oswego, Oregon itu.

Bentley dan suaminya memiliki lima anak dan mengelola sebuah peternakan dan toko persediaan hewan peliharaan di kota Molalla. Dia mengajar sekolah minggu dan menyanyikan paduan suara di United Methodist Church mereka.

Menurut laporan, dia dan suaminya memutuskan untuk menyumbangkan jasad mereka untuk penelitian ilmiah setelah membaca sebuah puisi oleh Robert Test. 

"Berikan penglihatanku kepada lelaki yang belum pernah melihat matahari terbit, wajah bayi, atau cinta di mata seorang perempuan," tulis puisi tersebut.

Anak-anaknya mengatakan bahwa mungkin Bentley akan tertawa jika mengetahui termasuk orang yang langka secara medis.

"Ibuku akan berpikir ini sangat keren. Dia mungkin akan merasa ini lucu dan mungkin akan mendapatkan senyum lebar di wajahnya, jika tahu bahwa dia berbeda, tetapi berhasil melewatinya," kata anak Bentley, Louise Allee. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini