Wanita

Heboh Anak Disiram Air Panas oleh Ibu Asuhnya, Ini 4 Tingkatan Luka Bakar!

Akibatnya, bagian wajah, paha serta lengan atas SA melepuh akibat luka bakar dari siraman air panas tersebut.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak - (Shutterstock)
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak - (Shutterstock)

Himedik.com - Media sosial sedang dihebohkan tentang kasus kekerasan yang terjadi pada gadis berinisial SA. Ia mengalami kekerasan yang tak lain dari ibu asuhnya

Gadis yang diketahui berusia 10 tahun ini mendapat perlakuan kekerasan dari ibu angkatnya, SN dengan cara disiram air panas.

Akibatnya, bagian wajah, paha serta lengan atas SA melepuh akibat luka bakar dari siraman air panas tersebut.

Berdasarkan akun instagram @anggarasmaull, SA telah mendapat perawatan intensif di RSUP Fatmawati. Dan rencananya, pada Rabu (29/5/2019) ia akan menjalani operasi untuk menyembuhkan kulitnya yang melepuh.

Melansir Healthline, luka bakar yang disebabkan oleh air panas bisa sangat menyakitkan dan berbahaya.

Ada empat kategori luka bakar berdasarkan tingkat kerusakan pada kulit yang diakibatkan oleh air panas, yaitu:

Ilustrasi trauma (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi trauma (Pixabay/Free-Photos)

 

 

1. Luka epidermis superfisial

Luka bakar ini memengaruhi lapisan luar kulit (epidermis). Seseorang yang mengalami luka ini mungkin mengalami kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit.

2. Kulit terbakar superfisial

Lepuhan ini mencapai lapisan kulit kedua (dermis), memengaruhi ujung saraf, pembuluh darah, dan folikel rambut.

Kulit kemungkinan akan berwarna merah muda pucat, dan penderita akan mengalami rasa sakit dan lepuh ringan.

3. Kulit terbakar bagian dalam / ketebalan sebagian

Mirip dengan luka bakar kulit superfisial, dengan luka bakar ini, dua lapisan kulit pertama rusak. Luka bakar ini akan sangat menyakitkan atau tidak menyakitkan.

Kulit akan memerah, dengan atau tanpa kelembapan. Luka ini juga mengakibatkan pembengkakan dan lepuhan.

4. Luka bakar dengan ketebalan penuh

Luka bakar ini adalah yang paling serius, memengaruhi ketiga lapisan kulit (epidermis, dermis, dan subkutis).
Luka bakar dengan ketebalan penuh dapat dikategorikan sebagai luka bakar tingkat tiga, dan membutuhkan penanganan medis.

Penderita mungkin mengalami perubahan tekstur kulit dari halus menjadi kasar atau berlilin. Kulit akan terbakar, dan luka bakar dapat menghitamkan jaringan kulit.

Dari keterangan di atas, dapat diketahui bahwa SA mengalami luka bakar tingkat tiga, di mana membutuhkan perawatan dan operasi untuk menyembuhkannya.

Ternyata bukan ini saja tindakan semena-mena yang diterima SA dari SN. Berdasarkan @anggamasmaull, ia juga kerap dipukul menggunakan benda di sekitarnya.

"Dilempar power bank? Sudah SA rasain. Dipukul pakai gagang jemuran? Sudah SA rasain. Disiram air panas? Sudah SA rasain. Kamu sembuh ayo main. Kamu rajin ya setelah subuh nyapu halaman rumah orang tua a*u kamu, tapi kalau di dalam rumah?," tulis pengunggah di akun Instagramnya.

Di sisi lain, saat ini Anggota PPA Polresta Depok, Jawa Barat sedang melakukan pencarian terhadap terduga pelaku yang tak lain adalah ibu angkat SA.

"Anggota masih mencari pelaku diduga ibu tirinya yaitu SN. sampai saat ini pelaku masih terus dalam pencarian anggota PPA Polresta Depok masih terus dalam proses penyelidikan;" kata Made Budi ketika dikonfirmasi Suara.com, Selasa (28/5/2019).

Kejadian kekerasan terhadap korban Caca diketahui dari tetangganya yang melaporkan ke PPA Polresta Depok.

Berita Terkait

Berita Terkini